Februari: Apa yang Kamu Cari?

Sungguh, tidak ada yang pernah tahu kapan engkau akan memulai dan berhenti. Setiap langkah yang kau pijaki, kau akan menanam benih-benih kebaikan ataupun keburukan yang nantinya akan kau petik pada suatu hari nanti. Di tengah-tengah penanaman tersebut, akan ada sebuah kegelisahan yang melanda hati. Entah kegelisahan tentang apakah tanamannya akan tumbuh dengan sempurna atau bahkan tanamannya akan mati dengan percuma. Segalanya tak pernah ada yang tahu. Kita hanya mempunyai tugas, yaitu berusaha dan berdoa.

Sudah sedari tadi aku menunggu datangnya MRT dari stasiun Dukuh Atas namun tidak kunjung datang jua. Menunggu memang sebuah kata kerja yang terkadang sangat membosankan. Saat waktu telah berjalan dari jam ke jam, aku hanya melamun di tengah-tengah orang-orang yang berkerumun dan berjalan ke sana ke mari untuk mengikuti arus waktu. Seolah-olah seperti batu karang yang dihempas oleh ombak;ia tak akan terseret oleh ombak karena ia sangat tegar berdiri menghadapi ombak dengan perkasa.

Aku pun juga begitu, berdiri menghadapi sang waktu yang terus menggerus kehidupanku. 

Di tengah-tengah penantianku, aku mengamati langkah demi langkah orang-orang yang berlalu-lalang di stasiun MRT Dukuh Atas. Ada yang sibuk bermain gawai bersama temannya, ada yang menyendiri sambil memakai earphone, entah mendengarkan lagu atau podcast, namun biasanya ketika kakinya bergerak-gerak serta kepalanya geleng-geleng, maka ia sedang mendengarkan lagu dengan seksama, ada juga yang sedang menanti dengan memperhatikan orang-orang di sekitar;yaitu aku.

Dalam pengamatan tersebut, hatiku berkata kepada diriku sendiri: Sebenarnya apa yang kamu cari?

Di luasnya kota Jakarta, apa yang sebenarnya kamu cari saat ini. Apakah mimpimu? atau hal lainnya yang kamu cari? Pertanyaan demi pertanyaan selalu menghantui di setiap saat.

Mimpi semakin dicari semakin pergi. Mungkin hanya aku semata atau ada orang lain yang merasakan. Bahwa setiap mimpiku yang aku kejar, maka ia selalu hilang bersama tenggelamnya matahari. Keesokan harinya ia akan muncul kembali seiring terbitnya matahari, lalu sore harinya kembali hilang bersama tenggelamnya matahari. Siklus tersebut selalu berjalan dari waktu ke waktu, dan sampai pada titik di mana aku sadar bahwa mimpi akan selalu menghianatimu. Tak peduli kau telah bersusah payah mengejarnya. Namun, suatu saat, kamu akan sadar bahwa mimpi bukanlah kunci, untuk menaklukkan dunia.

Sebenarnya apa yang kamu cari saat ini?

Mimpi tetaplah mimpi apabila tidak diwujudkan dengan cara bangun dari kasur. Seperti kata Oasis "so i start revolution from my bed" di lagunya yang berjudul Don't Look Back in Anger. Susah rasanya menjaga kesadaran ketika kamu sendiri tidak menyadari bahwa kamu sudah sadar. Menjaga kewarasan di antara gilanya kota belantara yang disebut Jakarta ini adalah suatu tugas yang sangat berat untuk dijalankan. Walaupun begitu, bukankah tantangan  yang berat akan membuatmu selalu bersemangat?

Lalu apa yang kamu cari sebenarnya?

Sedari tadi orang-orang masih sibuk dengan urusannya masing-masing. Aku sendiri tinggal 2 menit lagi untuk segera naik MRT arah ke Lebak Bulus. Rencananya aku akan turun ke stasiun Haji Nawi. 

Itu kamu sudah menemukan apa yang kamu cari; turun di stasiun MRT Haji Nawi.

gambar di merbabu

Post a comment

0 Comments