Berasa Seperti Astronot Saat Menginap di Shakti Capsule Jakarta

Tiada Jakarta kemarin, tiada juga esok hari
Ku lihat manusia berdiam di antara derap kereta besi yang melaju kencang
Luapan rasa tiada terbendung oleh kencangnya waktu
Ku dengar manusia saling beropini satu sama lain di pojok kedai kopi
Fakta dan realita bercampur di antara kata
Kini, Jakarta adalah masa sekarang.
Ia melenyapkan masa lalu dan masa depan.

Perjalanan Jakarta

Entah sudah hari keberapa aku berada di Jakarta. Mungkin hari ke-5 jika aku menghitung dari hari Jumat yang lalu. Memang rasanya sudah lama aku berada di Jakarta dengan segala hiruk pikuk yang berada di ibukota. Banyak manusia melantunkan nada-nada di antara gedung yang menjulang tinggi di berbagai sudut kota. Namun, hanya segelintir manusia yang berhasil menyusunnya menjadi lagu. Entahlah apa sebabnya. Barangkali jikalau dilihat dari atas, orang-orang yang sedang berjalan di bawah akan terlihat seperti semut yang hendak mencoba untuk membangun sarangnya. Sedang di atas sini, manusia hanya meramu nada tanpa berpikir untuk menjadikannya sebuah lagu.

Sekarang adalah hari Selasa. Aku lupa bahwa tempat penginapanku bersama temanku yang bernama Azmi akan habis. Mau tidak mau aku harus berpindah untuk mencari tempat bernaung di antara kejamnya ibukota. Setelah menimbang-nimbang, aku memutuskan untuk memilih capsule hotel yang berada di Jakarta. Banyak sekali pilihan capsule hotel yang aku cari di traveloka. Namun hati ini pada akhirnya jatuh kepada sebuah capsule hotel yang bernama Shakti Capsule Jakarta. Ya, aku akan mencoba barang beberapa hari untuk menginap di sana. Mencicip hotel yang berbentuk capsule menjadi salah satu impian bagi para traveler, termasuk aku.

Oh ya, dikarenakan aku hanya beberapa hari di Jakarta jadi aku tidak terlalu hafal jalur transportasi umum seperti busway. Untung saja salah satu temanku, Ar rizal, menawarkan diri untuk mengajariku jalur-jalur busway yang akan aku lalui untuk menuju ke Shakti Capsule Jakarta dari Benhil (red:Bendungan Hilir) pada malam hari sebelum keberangkatanku.

"Jal, kalo ke arah Shakti Capsule enaknya naek busway yang mana?" tanyaku pada malam hari sebelum pergi ke Shakti Capsule
"Emang Capsule yang mau lu inepin daerah mana?" tanya balik Ar rizal.
"Ini nih, Jl. Batu Tulis Raya No.8, RT 3/RW 2, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta" jawabku sembari melihat google.
"Oalah, itu mah lu nanti naek busway arah grogol 2 abis itu turun, nanti tanyain ke petugas busway arah harmoni mana" Ar rizal menjawab dengan detail.
"Oh okeoke" aku pun pura-pura ngerti.

Pertama Kali Naik Busway

Berbekal pengetahuan dari Ar rizal, esok hari tepatnya pada hari Selasa, aku memberanikan diri untuk menuju halte JCC Senayan, tempat dimana aku akan naik busway untuk pertama kalinya. Jakarta siang hari sama saja panasnya dengan Semarang. Hanya saja di sini panasnya membuatku pusing sekaligus bingung karena aku takut salah naik busway. Selain berbekal pengetahuan dari Ar rizal, aku juga memiliki sebuah gambar peta jalur busway untuk persediaanku nanti.

Setelah masuk busway aku mengamati dengan seksama apakah aku salah naik atau tidak. Setiap pemberhentian halte aku selalu melihat gambar peta jalur busway untuk memastikan. Untung saja, aku tidak salah naik dan akhirnya aku sampai juga di halte Harmoni. Dari sini, aku memesan gojek untuk menuju ke Shakti Capsule Jakarta.

Ternyata dari halte Harmoni ke tempat penginapanku tidak terlalu jauh. Ah, sayang juga membayar Rp.10.000 untuk gojek. Namun tak apa-apa, yang penting aku sudah sampai di tempat penginapanku  yang selanjutnya di ibukota.


pintu depan

Sampai di Shakti Capsule Jakarta

Memasuki lobi rasanya tidak ada yang berbeda dengan penginapan lainnya. Seperti biasa, ada resepsionis, tempat menunggu dan masuk ke dalam lagi ada tempat makan. Saat melakukan check in aku disuruh untuk memberikan no handphone dan alamat email serta tanda tangan. Setelah itu disuruh membayar deposit antara meninggalkan KTP atau membayar Rp.50.000. Aku pun lebih memilih untuk  meninggalkan KTP. Setelah itu, aku diberikan kartu sebagai kunci kamar dan aku sudah tidak sabar untuk melihat capsulenya.

lobi dan resepsionis

ruang makan

ruang makan


kartu kamar capsule

Kamarku berada di lantai 1. Setelah menaiki beberapa anak tangga akhirnya aku sampai juga di tempat capsulenya. Untung saja di luarnya ada musola sehingga aku tidak perlu repot-repot saat hendak solat. Ketika masuk, aku benar-benar terpana melihat beberapa capsule yang tersusun rapi di atas dan bawah. Jumlahnya aku tidak menghitung, yang jelas ada banyak sekali. Capsulenya terlihat seperti tempat tidurnya astronot kalau dilihat dari luar. Untuk membuka pintu capsulenya, aku harus meletakkan kartunya ke tombol yang sudah tersedia. Setelah itu, pintu akan terbuka. 

tatanan kamar


tap kartunya disitu

kamar dari luar


Dalam Kamar Capsule

Karena aku memilih kasur yang di lantai atas aku pun harus menaiki tiga anak tangga terlebih dahulu.. Setelah masuk, aku benar-benar merasa seperti astronot. Lampunya berwarna atas di atap kamar. Di samping kiri terdapat beberapa tombol, yaitu tombol air fan, tombol tv, tombol sleep mode, dan tombol door lock. Selain itu juga ada tombol yang dapat mengubah-ubah warna lampu yang berada di sekitaran kaca, tempat memasukkan kartu untuk power dan tempat untuk ngecas hape. Oh ya, di samping kiri juga terdapat kaca yang berbentuk unik. Tempat ini benar-benar berhasil membuatku berdecak kagum. Kesan pertamaku saat pertama kali ke tempat ini adalah luar biasa.

tombol-tombol capsule


suasana dalam kamar

suasana dalam kamar


lampu warna hijau


lampu warna biru

Keunikan dari capsule ini ternyata tidak berhenti sampai situ saja. Tempat ini menyediakan TV namun untuk mendengarkan suara Tv aku harus memakai headset supaya tidak berisik. Dengan begitu, maka kita akan merasa sangat nyaman saat berada di dalam capsule ini. Headsetnya sendiri sudah disediakan oleh capsule sehingga kamu tidak perlu repot-repot untuk membawanya.

Terus kalau mau naruh koper atau barang-barang lainnya dimana?

Nah mungkin ada beberapa yang langsung bertanya perihal itu setelah melihat tempat capsulenya. Tenang saja, dari pihak hotel sudah menyediakan loker yang cukup besar sehingga kamu dapat menaruh koper ataupun tas-tas besar lainnya ke dalam loker tersebut. Untuk membuka lokernya kamu tinggal menempelkan kartu di loker, nantinya akan ada nomor loker yang sesuai dengan nomor kamarmu.

Kamar Mandi

Kamar mandi di Shakti Capsule Jakarta terbilang sangat nyaman. Tempatnya sangat bersih dan tertata rapih. Hanya saja, kamar mandi untuk cowo berada di lantai 3 dan 5 sehingga aku harus menaiki anak tangga dulu dari lantai 1. Tidak apa-apa, itung-itung sekalian olahraga sebelum mandi. 

tempat ngaca

toilet

toilet

shower


Harga dan Fasilitas Yang Didapatkan

Aku mendapatkan harga sekitar Rp.118.000 an lewat Traveloka. Dengan harga segitu kamu mendapatkan kamar capsule, handuk, sampo dan sabun, air mineral kecil, musola, kamar mandi, loker dan sendal. Untuk sarapan tidak disediakan dengan harga segitu. Namun apabila kamu ingin mendapatkan sarapan maka kamu harus membayar sekitar Rp Rp.150.000. Sebenarnya terdapat double capsule namun aku tidak terlalu memperhatikan. 

Rasanya sangat menyenangkan bisa menginap 2 hari di Shakti Capsule Jakarta. Apabila kamu pergi ke Jakarta, maka ada baiknya kamu mencoba penginapan ini karena bagiku tempat ini sangat nyaman. Sekian cerita perjalananku kali ini, semoga kita dapat berbagi cerita suatu saat nanti di suatu tempat.

Post a comment

0 Comments