Mengulas Film Negeri Dongeng - Perjalanan Adibio Mengulas Film Negeri Dongeng

Blog ini berisi tentang travelling, sastra dan juga perjalanan rasa yang berisi tentang catatan kehidupan saya.

Facebook

Motivasi Menulis

Mengulas Film Negeri Dongeng

Terbang  tinggi  garudaku.
Mengais segala kasih pada ruas-ruas cakrawala langit
Menuangkan rasa sayang di bumi pertiwi
Kepakkan sayap bertahta Bhinneka Tunggal  Ika
Deru angin mendamba guratan persatuan
Di bumi pertiwi.

Sejenak saja, yang terlintas dalam kalimat pembuka ulasanku adalah sebuah uraian kata yang telah ku susun di atas. Tak lain adalah sebuah persatuan dalam perbedaan. Yang selalu didambakan oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Bagiku, persatuan adalah barang berharga yang patut kita jaga bersama-sama. Tanpa persatuan, bangsa kita tak akan bisa merdeka, bangsa kita tak akan bisa merasakan indahnya kebersamaan. Dan tentu saja, bangsa kita tak akan bisa menikmati keindahan alam bumi pertiwi yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Keindahan alamnya yang begitu menakjubkan. Terpampang jelas indahnya hutan-hutan yang tergerai di  berbagai pulau Indonesia, gunung-gunung yang kokoh nan indah, serta hamparan lautan yang begitu sejuk saat dipandang oleh mata. Ah alangkahnya indahnya negeri ini.

Dan kini, di tahun 2017 telah hadir film yang benar-benar memperlihatkan keindahan Indonesia dengan begitu dekat. Tentang indahnya bumi pertiwi yang dibungkus dalam sebuah dokumenter pendakian 7 gunung tertinggi di Indonesia. Kisah nyata yang di usung oleh warrior aksa 7 dan di sutradarai oleh Anggi Frisca. 7 orang pemuda-pemudi Indonesia yang terdiri dari Anggi Frisca, Teguh Rahmadi, Rivan Hanggarai, Jogie Kresna, Muda Nadeak, Yohanes Christian Pattiasina, dan Wihana Erlangga, bertekad memperkenalkan Indonesia lewat layar lebar. Berkarya melalui sebuah proses yang terbilang begitu hebat, keluar dari zona nyaman demi terciptanya sebuah karya yang menakjubkan. Dengan ditemani ekspeditor tamu sekaliber Djukardi Adriana (Kang Bongkeng), Matthew Tandioputra, Joel Tandionugroho, Medina Kamil, Darius Sinathriya, Alfira Naftali (Abex), dan Nadine Chandrawinata. Bersama-sama, mereka membuat sebuah  karya yang luar biasa. Film dokumenter tentang pendakian 7 gunung tertinggi di Indonesia. Dengan konsep 7 kamera yang di bawa oleh masing-masing ekspeditor, juga sisi rekaman dari masing-masing ekspeditor.

Perjalanan mereka dimulai dari gunung Kerinci. Gunung yang terletak di Jambi ini memiliki tinggi 3805 mdpl. Setelah itu mereka lanjutkan kembali ke gunung Semeru, gunung yang menyandang sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa dengan 3676 mdpl. Lalu, gunung Rinjani menjadi tujuan selanjutnya. Gunung yang memiliki danau segara anak ini memiliki ketinggian 3726 mdpl. Setelah itu, mereka bergegas lagi kembali ke pulau Jawa, lalu menuju ke pulau Kalimantan, yakni tempat gunung Bukit Raya bersemayam. Gunung ini memang tidak terlalu menjadi favorit di Indonesia, jarang sekali dikunjungi oleh para pendaki, jujur saja aku juga baru tahu kalau ada gunung Bukit Raya. Puncak tertinggi di Kalimantan ini memiliki tinggi 2278 mdpl. Terus, mereka menuju ke pulau Sulawesi. Gunung Latimojong dengan puncak Rante Mario yang akan mereka sambangi ini memiliki ketinggian 3478 mdpl. Setelah itu, mereka bertolak ke pulau Maluku, tempat gunung Binaiya berada. Gunung Binaiya memiliki ketinggian 3027 mdpl. Dalam ekspedisi di Maluku, sebelumnya mereka bercengkrama dahulu dengan para penduduk sekitar, seakan-akan memaparkan bahwa kehidupan di daerah Timur Indonesia sana pun butuh diperhatikan oleh kita sebagai penerus bangsa Indonesia. Lalu, mereka menuju tujuan terakhir, yaitu Gunung Cartenz Pyramid, gunung yang memiliki salju abadi. Bergegas mereka menuju ke Papua. Sebelum pendakian disini pun, mereka bercengkrama dengan masyarakat Papua. Seolah-olah dari film ini mata kita dibukakan akan  kehidupan masyarakat Timur Indonesia. Pendidikan yang belum memadai, sandang pangan seadanya. Namun dibalik semua itu, kebersamaan dan canda tawa dari masyarakat dapat melupakan kondisi yang terjadi disana. Sungguh, Indonesia selalu saja membuat diriku bangga telah lahir di  tanah air tercinta ini. Bila ditanya apakah Indonesia telah membuatku bangga, tentu  saja aku jawab "sudah".

Film Negeri Dongeng berhasil membuat mata penontonnya terbuka akan Indonesia. Selain keindahan yang dipaparkan dalam film ini juga memaparkan bagaimana persatuan dan kebersamaan itu dapat membuahkan hasil dari semangat yang kau ambil. Menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Timur Indonesia yang sepatutnya mendapat perhatian lebih dari para manusia berdasi dan berjas. Alangkah indahnya negeri ini jikalau pemuda-pemudinya peduli akan keadaan di sekitarnya. Rasanya akan kurang, jika keindahan alam Indonesia yang telah ada ini tidak diimbangi oleh kesejahteraan kehidupan masyarakatnya. Anggi Frisca nampaknya cukup berhasil membuat para penonton terkesima dengan karyanya. Film Dokumenter yang juga masuk nominasi film dokumenter terpanjang terbaik dalam FFI 2017! Luar biasa. Teruntuk para ekspeditor yang telah berjuang demi terciptanya karya ini, aku ucapkan terima kasih, berkat perjuanganmu aku akan terus melanjutkan perjalananku selama masih hidup. 

Jikalau angin serta merta menghempaskan Indonesia ke segala arah, maka aku rela diterjang oleh angin, asal bersama Indonesia.

Rasanya, ulasanku cukup sampai disini saja. Jikalau ada yang kurang sekiranya kalian berkenan untuk menambahkan. Terakhir, aku sebagai bangsa Indonesia tentu sangat bangga dengan adanya film Negeri Dongeng ini. Bagi kalian yang belum menonton, tontonlah!. Film tersebut masih mengudara di berbagai layar bioskop di seluruh Indonesia. Cek IG @aksa7art dan temukan layar bioskop mana saja yang masih menayangkan filmnya. Siapa tahu ada kotamu disitu.

Jaya negeriku!Salam Lestari!

#JokowiHarusNontonNegeriDongeng

Hidup adalah sebuah perjalanan, lakukanlah perjalanan maka kau akan menemukan kehidupan -Anggi Frisca-








Labels: Sastra

Thanks for reading Mengulas Film Negeri Dongeng. Please share...!

0 Komentar untuk "Mengulas Film Negeri Dongeng"

Back To Top