Pinus Pengger, Perpaduan Antara Gemerlapnya Cahaya Kota dan Terangnya Bintang


Malam itu merupakan malam yang sangat tenang, aku ingin sekali menghabiskan malam itu di suatu tempat  yang sekiranya mau menampung ketenangan ku pada malam itu. Tentu saja setiap manusia ingin sekali mendamaikan jiwa dan raga nya setelah seharian penuh melakukan hal yang sangat menguras otak dan tenaga. Kebetulan pada malam itu aku sedang berada di Jogja, tepatnya sebuah kota yang menyajikan berbagai macam tempat wisata. Barangkali kamu juga sependapat kepadaku tentang hal itu. Lalu atas saran dari seseorang, akhirnya terpilihlah pinus pengger sebagai tempat untuk menampung ketenanganku pada malam yang syahdu. Setelah kami cari-cari di instagram ternyata memang tempatnya sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin hunting foto pada malam hari. Spot yang sangat hits adalah di sebuah lingkaran yang dibentuk dari rotan-rotan (kalo tidak salah), dan di belakangnya terdapat bias cahaya lampu kota yang begitu terang benderang, bagai kunang-kunang yang sedang berkonvoi ria. Begitu tenang, begitu menang. Itu semua  membuat kami jadi lebih bersemangat untuk menuju kesitu, ditambah lagi ada tulisan Free Wifi di daerah situ. Semangat kami semangat 45 pada waktu itu. Tidak pakai lama, kami pun menuju ke lokasi.

Lokasi menuju ke Pinus Pengger adalah lewat daerah Imogiri setahuku, dan itu lewat di tempat wisata kebun buah mangunan dan hutan pinus imogiri. Namun arah menuju ke pinus pengger se arah dengan hutan pinus imogiri. Jadi bagi kalian yang ingin menghabiskan tiga destinasi tersebut dalam satu hari bisa saja, pagi nya ke kebun buah mangunan dulu, siangnya ke pinus imogiri, lalu pada malam hari ke pinus pengger. Itu saran dari aku, bagaimana enaknya saja he he.


Memang sepanjang perjalanan juga kami melewati berbagai macam destinasi wisata, seperti pinus imogiri, puncak becici, dan lain-lain. Namun tempat tujuan pada waktu itu adalah pinus pengger, maka kami tidak mengunjungi itu satu persatu. Sesampainya di depan pinus pengger, kita harus membayar harga tiket masuk, kalau tidak salah waktu itu sekitar Rp  5.000 untuk harga masuk dan Rp. 2000 untuk tiket parkir (kalau tidak salah juga tiket parkirnya Rp. 3000).

Dannn, begitu tiba di tempat, begitu segar dan menenangkan memang. Puluhan Pohon Pinus yang menjulang tinggi, angin yang berhembus dengan nada tinggi, dan juga pemandangan yang selalu  memikat hati. Ah, benar-benar tempat yang begitu menenangkan. Lalu kami pun menuju spot yang bisa dibilang sudah hits. Ternyata memang benar-benar sudah hits, banyak orang yang mengantri untuk foto di spot tersebut. Waduh, ramai sekali, batinku. Kami pun memutuskan untuk  pergi di belakang spot tersebut, karena di belakangnya merupakan tempat untuk menikmati pemandangan  yang terdiri dari gemerlapnya lampu kota dan terangnya bintang alam semesta. Ah, sangat mendamaikan jiwa dan raga.

Setelah sekiranya sudah sepi, kami pun mencoba mengambil foto di spot tersebut. Dengan kamera Xiaomi Cam hasil yang didapat pada waktu itu kira-kira seperti ini.

gambar diambil sendiri dengan xiaomi cam

Ya, kira-kira seperti itu. Walaupun kurang memuaskan setidaknya ada foto yang menjelaskan bahwa aku pernah kesitu he he. Tentu saja, saran ku adalah membawa kamera DSLR ataupun mirroless agar gambarnya terlihat bagus. Seperti gambar ini
instagram gunawanwicaksana98
Terangnya lampu kota memang selalu menjadi nomer pertama di dalam hati para pengunjung pinus pengger. Dan tentu saja, spot foto yang berada di pinus pengger bukan itu saja, ada juga yang berbentuk tangan. Dan katanya itu merupakan spot yang baru. Aku kira disitu bakal lebih ramai, ternyata pas menuju kesitu tidak terlalu ramai, masih ramai yang ada di spot berbentuk lingkaran. Lalu aku pun mengabadikan foto di spot tersebut
Tangan kan bentuknya he he, btw ini juga diambil pakai kamera xiaomi cam
Dan juga di pinus pengger ini ada warung yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Sehingga kalian bisa sambil santai dan menyeduh hangatnya kopi ataupun teh. Aku saran juga bagi kalian yang punya hammock sebaiknya dibawa juga tidak apa-apa, karena kebetulan disitu banyak sekali pohon yang menjulang. Santai di alam merupakan hal yang sangat indah,  menghentikan putaran waktu, dan menertawai hal-hal yang tak perlu.

So, saran ku ketika mengunjungi tempat tersebut adalah: Membawa kamera DSLR ataupun mirrorless, bawa hammock (kalo punya) dan juga yang terakhir, jangan buang sampah sembarangan, karena alam tempat untuk menenangkan hati bukan untuk merusak hati dengan membuang sampah sembarangan he he.

Tunggu apalagi, tenangkanlah dirimu di tempat yang begitu syahdu. Jangan kau paksakan tubuhmu bekerja terlalu jauh, istirahatkanlah agar tidak merasa jenuh. Pinus Pengger tentu saja menjadi destinasi yang tepat untuk menenangkan hati. Satu dari berjuta kepingan surga yang tersebar di berbagai daerah Indonesia tercinta.

Salam, Adibio
Mahasiswa semester 6 yang belajar makul semester 4 juga

ohiya btw, ini juga bisa kalau mau melihat lokasi pinus pengger pakai google maps

Post a comment

0 Comments