Perjalanan Adibio: Travelling | Kelana Lara Perjalanan Adibio: Travelling

Blog ini berisi tentang travelling, sastra dan juga perjalanan rasa yang berisi tentang catatan kehidupan saya.

Facebook

Motivasi Menulis

Pasar Karetan Dengan Beribu Jajanan Tradisional Serta Pemandangan Alam yang Fenomenal

Tak ada yang spesial pada Minggu pagi. Dahulu, Minggu pagi selalu ditunggu-tunggu oleh anak kecil untuk menetap di depan layar kaca tv sembari menonton kartun kesukaan mereka. Kali ini tak ada yang spesial, tak ada yang istimewa, tak ada yang menggugah selera, melainkan tidur pada hari Minggu pagi hingga siang nanti.

Niatnya ingin melakukan ritual tidur hingga siang nanti, namun aku teringat sebuah ajakan untuk datang ke pasar karetan pada Minggu pagi ini. Ajakan tersebut datang dari seorang pengurus Genpi yang hendak mengajakku untuk mengelilingi area sekitaran pasar karetan atau bahasa singkatnya bisa dikatakan sebagai fun walk. Bagi yang belum tahu, Genpi merupakan Generasi Pesona Indonesia yang berada di berbagai daerah di Jawa Tengah maupun Indonesia, termasuk Semarang. Aku sendiri ikut serta dalam  Genpi Semarang pada saat ini. Nah singkat cerita, ada acara fun walk yang akan diselenggarakan di area sekitaran pasar karetan tersebut pada hari Minggu tanggal 20 Januari 2019. Teringat oleh ajakan tersebut, maka aku memutuskan untuk tidak melakukan ritual tidur hingga siang pada hari Minggu itu.

Setelah mandi dan bersiap-siap, sekitar jam 6 pagi aku naik motor menuju ke pasar karetan. Awalnya aku tidak tahu dimana pasar karetan tersebut berada, sebab sebelumnya aku belum pernah pergi kesana. Akhirnya dengan bermodalkan google maps, aku bergegas menuju ke pasar karetan. 

Pasar karetan terletak di daerah Boja atau lebih lengkapnya di Jl. Sasak 3, Krajan, Meteseh, Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tempatnya cukup jauh dari rumahku yang berada di daerah Timur Semarang. Namun setelah perjalanan 1,5 jam, akhirnya aku sampai juga di pasar karetan dengan beribu pohon karet yang berada di sekitar situ. Batinku, benar-benar sangat unik konsep yang diusung oleh pasar karetan ini.

pohon karet yang berada di sekitaran pasar karetan

tampak depan dari pasar karetan

lukisan pasar karetan yang ada di depan
Melihat konsep depan dari pasar karetan membuatku sangat kagum terhadap keberadaan pasar ini. Akhirnya tanpa basa-basi aku pun langsung masuk ke dalam pasar karetan dan melihat-lihat apa saja yang ada di dalam pasar karetan. Setelah masuk, aku terpaku melihat berbagai stand yang tersebar dimana-mana dan menyajikan berbagai macam makanan tradisional disitu. Jadi, selain kamu menikmati pemandangan alam dengan beribu pohon karet, kamu juga dapat mengisi perut kamu di pasar karetan dengan makanan tradisional yang dijamin sangat enak dan dapat mengenyangkan perutmu.

Untuk menu-menu yang ada di pasar karetan ada banyak sekali, berikut beberapa menu yang aku dapat dari pasar karetan kemarin:

  • Cengkelek : jajanan pasar
  • Gendhar pecel
  • Wedang ronde
  • Wedang rempah
  • Nasi jagung
  • Nasi gudangan
  • Pecel keong
  • Gemblong bakar
  • Aneka baceman
  • Tahu campur
  • Rawon
  • Bubur klepon
  • Bubur ketan duren
  • Kacang godhog
  • dll
Itu hanya sebagian menu yang aku dapat saat berkunjung ke pasar karetan pada hari Minggu kemarin. Tentu saja, kamu dapat menemukan berbagai menu lainnya saat pergi ke pasar karetan tersebut, karena masih banyak menu yang dapat kamu cicipi sebagai pembuka yang manis pada Minggu pagimu. 

wedang rempah cocok untuk perut di pagi hari

jasuke ditemani bojo galak

para pecinta kopi mana suaranyaaa
Tak sampai disini saja aku dibuat kagum oleh pasar karetan ini. Ternyata, untuk membeli berbagai jajanan yang tersedia di stand pasar karetan ini kamu harus menggunakan girik sebagai alat transaksi di pasar karetan. Kamu dapat menukar uang kamu kepada stand yang menyediakan penukaran girik. Stand tersebut terdapat di depan pintu masuk dan ada juga yang di tengah-tengah pasar karetan, tepatnya di dekat panggung pertunjukkan.

Inilah wujud dari girik
Nah sudah puas dengan berbagai macam jajanan di pasar karetan serta keunikan yang ditampilkan di pasar ini, kamu masih dapat menemui berbagai macam hal menarik di pasar karetan ini. Karena selain menyediakan berbagai jajanan tradisional yang sangat enak, pasar karetan juga menyediakan live musik, spot-spot foto untuk swafoto, bahkan tempat untuk kamu belajar memanah! wow! sangat lengkap sekali. Di sini banyak sekali spot foto yang dapat kamu temukan di setiap ujung pasar karetan. Karena pasar ini terbilang sangat luas sehingga kamu dapat menjelajah semaksimal mungkin.
panggung hiburan pasar karetan

spot foto yang sangat digemari pengunjung

panahan

area camping untuk bersantai

area camping untuk bersantai
Setelah aku sangat puas menjelajah pasar karetan, aku mencoba menggali lebih dalam mengenai pasar karetan melalui internet. Dan ternyata saat aku buka di internet, pasar karetan ini baru saja memenangkan penghargaan Asean Tourism Forum (ATF) yang diselenggarakan di negara Vietnam tepatnya di FLC Grand Halong Bay Resort pada tanggal 18 Januari 2019 lalu. Pasar karetan mendapatkan penghargaan dalam kategori Community Based Tourism Standart ASEAN 2019. Seketika aku sangat bangga terhadap keberadaan pasar karetan ini, terlebih sebagai orang Jawa Tengah yang mempunyai tempat sekeren dan seindah ini. Gokil!.

Puas menikmati pasar karetan dan sekitarnya, aku masih belum berhenti  kagum dengan keberadaan pasar ini. Dengan makanan tradisional yang mengenyangkan serta pemandangan alam yang luar biasa, mungkin pasar karetan bisa menjadi opsi bagi kamu untuk mengisi kegiatan pada hari Minggu pagi. Bagi kamu yang sedang berkunjung ke Semarang atau asli Semarang dan sekitarnya, sempatkanlah berkunjung ke pasar karetan pada hari Minggu untuk sekadar memuaskan lidah terhadap masakan tradisional yang sangat enak, serta menikmati pemandangan alam yang luar biasa Di pasar karetan juga tersedia toliet yang sangat bersih dan sangat nyaman untuk dipakai.

Tidak jadi melakukan ritual tidur pagi hingga siang ini, aku akhirnya melakukan ritual tidur tersebut pada siang hari selepas dari pasar karetan dengan mimpi yang indah.


Bermimpi Mengunjungi Hainan Bersama HIS Travel

Di musim hujan ini tak banyak yang aku lakukan selain tidur, membuka laptop, makan, serta berbagai kegiatan membosankan lainnya. Sempat terpikirkan untuk melakukan perjalanan, namun apa daya, cuaca sedang tidak bersahabat sehingga aku tidak bisa melawannya. Alam tentu akan memberikan waktunya kepada manusia agar dapat menjelajahinya di waktu yang tepat. Yah mau bagaimana lagi, selama musim hujan ada baiknya menunda perjalanan dan berdiam diri di rumah demi keselamatan diri agar tidak gampang terserang penyakit.

Aku buka laptopku sejenak sembari menunggu hujan reda dan keluar mencari makan. Menjelajah dunia internet memang kegiatan yang sangat menyenangkan. Mulai dari A-Z kamu dapat menemukan berbagai macam hal yang kamu inginkan di internet. Sebagai seorang yang menyukai travelling, aku mencari hal-hal yang menyenangkan untuk dikunjungi ketika cuaca telah membaik nanti. Tak sengaja aku melihat tulisan HIS di internet. Aku mencoba menjelajahinya lebih dalam, ternyata HIS ini merupakan HIS Travel yang menyediakan berbagai macam tour travel, mulai dari paket tour China, paket tour Jepang, dan beberapa paket tour lainnya yang terlihat sangat mengagumkan. Bagaimana tidak, dalam HIS Travel ini tertera paket tour dengan harga yang sangat terjangkau sehingga cocok bagi kamu yang sedang ingin berlibur khususnya ke luar negeri.

Aku pun masih penasaran dengan HIS Travel ini. Aku telusuri lebih dalam dan mataku terpaku dengan Hainan yang kerapkali disebut sebagai Hawainya China. Tanpa basa basi aku membuka tab baru dan mencari-cari hal mengenai Hainan tersebut. 

Kesan pertama aku saat melihat Hainan ini benar-benar menghipnotis aku untuk liburan ke Hainan. Bagaimana tidak, baru membuka Hainan di internet yang keluar langsung pemandangan-pemandangan pantai yang indah dengan cuaca tropis yang mirip dengan Indonesia. Perasaanku langsung tergiur untuk mengenal lebih dalam mengenai Hainan ini. Ternyata disana terdapat berbagai macam destinasi wisata seperti wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata belanja, serta wisata tradisi. Dan setelah aku mencari-cari informasi mengenai Hainan ini, salah satu yang terkenal dari wisata disitu adalah wisata pantai yang bernama Pantai Yalongbay yang terletak di daerah Sanya. Pantai Yalongbay memang sangat indah dengan pemandangan alam yang cantik sehingga dapat memanjakan mata para wisatawan.

Tak hanya pantai saja ternyata, setelah aku dalami di Hainan terdapat wisata budaya yang menampilkan budaya-budaya di Indonesia sehingga membuat kita seperti berada di rumah sendiri! wow, sangat mengagumkan tentu saja. Kamu dapat menemui hal tersebut di Desa Bali. Di Desa Bali suasana khas Bali akan terasa kental sekali karena disajikan berbagai macam budaya khas Bali. Mayoritas penduduk di Desa Bali merupakan warga Tionghoa asal Indonesia sehingga tidak usah heran apabila di sana menyajikan berbagai macam budaya Indonesia, khususnya budaya Bali.

Setelah mengetahui berbagai macam keindahan yang disajikan oleh Hainan, aku kembali kepada tab HIS Travel. Tak sengaja aku melihat di situsnya menyediakan paket tour ke Hainan. Aku buka-buka lebih dalam dan ternyata tak hanya paket itu saja, melainkan ada paket tour Jepang dan paket wisata yang lainnya. HIS Travel menyediakan berbagai macam paket tour dengan harga yang sangat terjangkau sehingga membuat kita cukup mudah untuk berlibur ke luar negeri. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai paket tour Hainan dari HIS Travel dan pake tour lainnya, kamu dapat mengunjungi HIS Travel. Sebelum kamu memesan paket tour Hainan dari HIS Travel, alangkah baiknya kamu melihat-lihat informasi detail mengenai Wisata Hainan.

Ah, setelah melihat-lihat tempat wisata Hainan serta informasi Hainan tour dari HIS Travel membuat aku ingin sekali mengunjungi destinasi wisata yang mengagumkan tersebut. Jika diizinkan, suatu hari nanti aku akan menapaki pulau Hanian dengan beribu keindahan serta budayanya yang sangat mempesona.

Aku tutup tab internetku. Hujan masih deras di luar sana. Sedangkan pikiran ini mulai deras dengan liburan ke Hanian.


gambar dari google

Sore Yang Syahdu di Kedai Joko Kopi Ungaran

Langit sedang sangat cerah pada sore itu. Cakrawala jingga hendak menyapa semesta di ujung hari saat manusia sedang sibuk-sibuknya dengan aktifitas. Ada yang pulang bekerja, terjebak dalam macet, baru pulang dari kuliah, serta aktifitas lain kala sore itu. Aku sendiri memutuskan untuk menikmati sore itu dengan secangkir kopi dan mendoan yang tersaji di mejaku. Tak lupa pula, ditemani dengan suasana syahdu dari pinggir sawah serta angin yang bertiup cukup kencang sehingga membuat udara semakin sejuk. Ditambah dengan pemandangan hamparan sawah serta indahnya alam Ungaran yang senantiasa memanjakan mata. Lalu juga ada beberapa orang yang sedang asyik bercengkrama satu sama lain di mejanya masing-masing serta sebagian berlalu lalang di meja kasir untuk sekadar memesan sesuatu. Ya, betul sekali, pada sore itu aku memutuskan untuk menghabiskan hari di sebuah kedai kopi di Ungaran yang bernama, Joko kopi.

Awal mulanya aku mengetahui kedai Joko kopi dari instagram @jokokopi. Melihat-lihat feeds yang tertera membuat hasrat ini semakin tinggi untuk menuju kesana. Satu yang membuat aku ingin sekali kesana adalah: kedai kopi ini terletak di pinggir sawah!. Sontak aku pun langsung segera mencari lokasi dimana kedai joko kopi tersebut berada. Pikirku sangat syahdu sekali menikmati kopi di pinggir sawah serta ditemani pemandangan alam Ungaran. Setelah dapat lokasinya, aku pun bergegas menuju kedai Joko kopi dengan menggunakan motor.

Joko kopi terletak di Jalan Gedongsongo No. 9 Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Ngablak, Semarang, Jawa Tengah. Lebih gampangnya, untuk ke kedai Joko kopi jika dari Semarang kota kamu hanya perlu mencari Universitas Ngudi Waluyo. Nanti di sebelahnya ada gang, kemudian kamu masuk kesitu. Ikuti jalan saja nanti di samping kanan jalan ada kedai Joko kopi. Tempatnya yang sangat minimalis dan nyaman membuat pandangan pertamaku terhadap kedai kopi ini adalah: Sempurna!. Tempat kopi ini sangat rekomended bagi warga Ungaran dan sekitarnya.

Memasuki kedai, aku pun langsung memesan kopi serta beberapa mendoan untuk camilan. Kedai Joko kopi terbagi menjadi dua lantai, ada yang indoor dan outdoor. Jika ingin menikmati langsung di pinggir sawah, maka disarankan untuk cepat-cepat agar tidak diambil oleh orang terlebih dahulu tempatnya. Kedai ini juga menyediakan musholla serta kamar mandi, jadi kamu tidak perlu takut apabila kesana saat hendak menjelang maghrib.

Berikut beberapa gambar yang ada di lantai bawah:

spot disamping sawah

kasir yang setia melayani pelanggannya

spot di dalam yang dekat dengan sawah

spot di outdoor bawah

Dan ini untuk yang spot atas. Untuk di atas terbilang lebih asyik (kalo bagiku) soalnya benar-benar lebih menikmati hamparan sawah dengan leluasa.

spot atas indoor

spot atas outdoor
Untuk harga di kedai Joko kopi terbilang murah dan tidak terlalu mahal. Ini penampakan pesanan yang dipesan pada waktu itu.

pesanan waktu itu
Cookies N Cream : Rp.25.000
Flores Robusta Tubruk : Rp.20.000
Mendoan Goreng : Rp.17.000
Roti + pisang bakar coklat : Rp.22.000
Total : Rp.84.000

Rata-rata harga minuman di kedai Joko Kopi sekitar 20 ribu ke atas. Di sini juga ada makanan berat seperti nasi goreng, sehingga apabila kamu sedang lapar, maka tidak perlu khawatir. Sajian kopi serta mendoannya sangat enak sekali, juga pisang bakar coklat dan cookies n creamnya. Sangat manis dan cocok untuk dinikmati di sore hari.

Gimana? tertarik buat ke Joko kopi? Oh ya terakhir aku kesana Joko kopi sedang dalam tahap renovasi. Mungkin sekarang jauh terlihat lebih indah. Sekian sore syahduku di Joko kopi, semoga bermanfaat. Jangan lupa follow aku di instagram @adieb_maulana.

Salam Lestari.

Jejalah Banyumas Bersama Genpi Jateng: Kebudayaan Serta Keramahan Indonesia

Siang itu kota Purwokerto diguyur hujan. Langkah kakiku baru saja menapaki stasiun Purwokerto lalu menengok ke atas langit sana. Purwokerto semakin syahdu dengan rintikan hujan. Sebelumnya aku pernah mengunjungi kota ini pada tahun 2017. Dan sekarang, saat tahun 2018 aku kembali mengunjungi kota ini hanya satu kesimpulan yang bisa aku katakan: Purwokerto memang membuat nyaman.

Stasiun Purwokerto selalu menyajikan perpisahan dan pertemuan secara bersamaan. Bukan hanya stasiun Purwokerto saja, melainkan semua stasiun di seluruh Indonesia. Sembari menangkap perpisahan dan pertemuan yang terekam lewat bayanganku, aku menunggu jemputan dari panitia penyelenggara Tour City Spirit of Slamet. Untuk lebih jelasnya, kali ini aku datang ke Purwokerto untuk menghadiri acara Tour City Spirit of Slamet. Kebetulan dalam acara tersebut ada undangan kepada seluruh Genpi (Generasi Pesona Indonesia) se Jawa Tengah. Aku datang ke acara tersebut untuk mewakili Genpi regional Semarang. Dalam acara tersebut terdiri dari beberapa panitia seperti volunteer serta beberapa perwakilan dari Genpi Banyumas sendiri. Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya aku dijemput oleh dua orang dari perwakilan panitia yang ternyata memakai mobil Volkswagen untuk menjemputku. Wow!. Sangat senang sekali tentunya.

Bersama mobil Volkswagen, aku dan dua panitia tadi melaju menuju pendopo Sipandji, tempat acara akan dimulai. Diiringi hujan serta aroma tanah yang semerbak, awal perjalananku di Purwokerto sangat syahdu. Setelah sampai di pendopo Sipandji, acara dibuka dengan berbagai sambutan dari beberapa panitia dan pemerintah kota setempat. Setelah semua selesai, aku dan beberapa perwakilan Genpi dari berbagai regional Jawa Tengah menyantap masakan khas Purwokerto lalu setelah itu kami memulai Tour City kami dengan menggunakan mobil VW Sapari dan VW Kodok.

naik vw menuju desa batik papringan

suasana mendung dan syahdu sepanjang perjalanan

di foto dari belakang he he

Menuju Desa Batik Papringan, Banyumas


Tujuan hari pertama kami pada waktu itu adalah menuju ke Desa Batik Papringan, Banyumas. Konvoi dari pendopo Sipandji menuju Desa Papringan, Banyumas, pada waktu itu memakan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Sampai di sana, aku terkejut memandangi berbagai macam batik yang dibuat sendiri oleh para pengrajin batik di daerah Papringan tersebut. 


Tampak depak desa batik papringan

Aku dan teman-teman Genpi yang lain masuk untuk melihat-lihat koleksi batik yang dibuat oleh para pengrajin  batik tersebut. Sebagai informasi, Sentra Batik Banyumas yang berada di Papringan ini pada awalnya merupakan pelatihan yang diadakan oleh Bank Indonesia pada tahun 2013. Sejak tahun 2013 hingga sekarang, para pengrajin batik Papringan telah menciptakan berbagai macam varian batik yang dijual dengan berbagai harga, mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp. 1.000.000. Batik Papringan bahkan sempat mengikuti acara IMF yang diadakan di Bali pada tanggal 8-14 Oktober 2018. Untuk ciri khas sendiri, Batik Papringan memiliki pakem batik dengan warna yang gelap. Di bawah ini beberapa contoh batik yang dibuat sendiri oleh para pengrajin batik:

Batik Semean Jenggot


Batik Semean Jenggot
Batik Semean Jenggot merupakan hasil buatan para pengrajin batik di desa Papringan Banyumas. Arti dari Semean Jenggot adalah : menyebarkan kebaikan untuk hidup yang lebih baik.

Batik Babon Angrem


Batik Babon Angrem
Selain Semean Jenggot, Batik Papringan juga menciptakan Batik Babon Angrem. Arti dari Babon Angrem adalah: kasih sayang ibu kepada anak.

Batik Alam Papringan

Batik Alam Papringan
Dinamai Alam Papringan karena corak batik tersebut menggambarkan keadaan alam yang berada di desa Papringan, Banyumas.

Setelah puas melihat-lihat koleksi batik yang ada di sentra batik Papringan, kami diajak oleh para pengrajin batik setempat untuk belajar membatik sendiri. Ini merupakan hal baru bagiku sehingga aku sangat tertarik untuk mengikutinya. Menuju ke tempat pelatihan batik, aku terkejut dengan berbagai macam alat untuk membuat batik.

untuk pewarna batik,kalau ga salah namanya malam, aku lupa

canting untuk menggambar batik

ini dikhusukan untuk batik cap

Butuh konsentrasi serta kesabaran yang sangat besar untuk  membuat satu batik. Aku sendiri bahkan sampai coret-coret sangking susahnya menggambar batik lewat canting heuheu. Dari situ aku menyadari bahwa harga batik yang mahal tentu sepadan dengan cara pembuatannya yang sangat susah. Butuh tangan seorang ahli untuk membuat mahakarya batik yang sangat indah. Sebagai warga negara Indonesia, aku sangat bangga dengan adanya berbagai macam batik di berbagai daerah. 

ini hasil batikanku sendiri wkwkwk

Desa Batik Papringan, Banyumas menyimpan berbagai ragam batik unik yang berhasil membuka wawasanku terkait budaya yang ada di Indonesia. Melalui corak batik yang dibuat langsung oleh para pengrajinnya, disitu tersimpan berbagai cerita saat batik sudah selesai dan siap untuk dipakai.

Menuju Ke Kota Lama, Banyumas

Puas melihat dengan keanekaragaman batik dari desa Papringan, Banyumas, kini kami menuju ke kota lama Banyumas. Sesampainya disana, gerimis perlahan membasahi bumi Banyumas seiring kedatangan kami di kota lama Banyumas. Seiring datangnya suara rintik hujan yang turun, kami mendengarkan penjelasan dari tour guide terkait sejarah dari kota lama Banyumas ini.

Diceritakan dari tour guide asli Banyumas, bahwa kota lama Banyumas merupakan salah satu kabupaten dari bedahan Wirasaba atau Purbalingga. Wirasaba sendiri terbagi menjadi 4 bagian yaitu Wirasaba sendiri, Merden, Banjar Pertambakan yang menjadi cikal bakal dari Kabupaten Banjarnegara, dan Kejawar. Bupati pertama Banyumas dipegang oleh Joko Kahiman yang memerintah pada tahun 1582-1583. Lalu setelah itu ada Mertasura I, Mertasura II, kemudian ada Mertayuda I dan Mertayuda II, namun saat masuk ke pemerintahan Mertayuda II mendapatkan gelar sebagai Yudhanegara I. Pada saat rezim Yudhanegara I sampai 5, diceritakan oleh tour guide bahwa selain menjabat sebagai Bupati Banyumas, Yudhanegara 1 sampai 5 juga menjadi senopati-senopati Mataram. Pada saat Yudhanegara III terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Mangkubumi dari Perdikan Sukowati atau Sragen, sehingga Yudhanegara III harus melawan Mangkubumi karena Banyumas berada di bawah Mataram pada saat itu. Setelah berperang akhirnya berujung kepada Perjanjian Giyanti, Mataram sehingga mengalami perpecahan menjadi dua : Kasultanan dan Kasunanan. Setelah itu Mangkubumi ditunjuk sebagai sultan pertama di Yogyakarta dengan gelar Hamengkubuwono I. Sementara itu Yudhanegara III ditunjuk sebagai Pati Yogyakarta pertama dengan gelar Danureja.

Kesimpulannya: Yang membuat kota Yogyakarta adalah orang dari Sragen dan Banyumas, heuheu.

Asyik mendengarkan cerita-cerita sejarah dari tour guide setempat, senja datang menyapa tanpa menunjukkan wujudnya. Sedari tadi gerimis rintik-rintik dengan syahdu membasahi bumi Banyumas. 

tampak depan kota lama Banyumas

Taman kota lama Banyumas
.

Menuju ke Camp Area Umbul Bengkok (CAUB)


Puas menikmati sajian budaya serta keramahan kota Banyumas, rombongan kami akhirnya menuju ke tempat ngecamp dimana kami akan bermalam disitu. Tempat camp yang akan kami tuju bernama CAUB atau Camp Area Umbul Bengkok. Dari Kota Lama Banyumas menuju ke CAUB memakan waktu yanga cukup lama, terlebih jalannya lumayan berkelok-kelok dan terkadang ada aspal yang rusak. Perjalanan menuju ke CAUB benar-benar sangat ekstrim  pada waktu itu. Namun walau begitu, sepanjang perjalanan gunung Slamet gagah menampakkan dirinya di depan mataku secara langsung.

Sesampainya disana, ternyata CAUB merupakan tempat camp yang amat sangat tenang dan syahdu. Disini kamu tidak perlu khawatir karena tidak membawa tenda, karena disini sudah menyediakan tenda sehingga kamu hanya perlu memesan jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tenda. Untuk harga, apabila kamu memakai tenda dari sini, maka uang yang harus kamu bayar hanya Rp 50.000. Apabila hendak membawa tenda sendiri, maka kamu hanya membayar Rp. 25.000 saja. Selain itu, kamu jangan takut kedinginan walau berada di kaki gunung Slamet, karena CAUB menyediakan sleeping bag yang bisa kamu sewa dengan harga Rp. 10.000. 

Bermalam disini sangat enak dan nyaman, walau udara terbilang dingin, namun disini menyediakan warung-warung yang menyajikan berbagai macam makanan, bahkan ada yang menyediakan jagung bakar serta mendoan khas daerah sana. CAUB bisa jadi rekomendasi kamu untuk sekadar menikmati pemandangan alam saat berada di daerah Purwokerto dan sekitarnya. Di sini juga terdapat kolam renang yang dapat kamu nikmati saat pagi hari. 


tendanya banyak cuy

suasana pagi di CAUB

CAUB tampak dari depan

warung dekat CAUB, disini kalian juga bisa numpang ngecas hape

kolam renang dekat CAUB


Istirahat sejenak di CAUB merupakan refleksi diri yang sangat ampuh setelah seharian mengunjungi berbagai macam wisata budaya kota Banyumas. Hari esoknya sebenarnya akan menjelajahi wanawisata Baturraden. Tapi karena cuaca tidak mendukung, akhirnya tidak jadi dan kami hanya mengunjungi museum taman anggrek dan taman labirin saja. Setelah itu, kami pulang dan makan di omah maen. 

Perjalanan bersama Genpi Jateng merupakan pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku. Kesempatan ini tentu sangat berharga bagiku. Sebagai seseorang yang mencintai Indonesia dengan sepenuh hati, mengenalnya lewat budaya-budaya serta berbagai macam keunikannya merupakan salah satu hal yang harus aku lakukan agar rasa cintaku terhadap Indonesia semakin bertambah dari tahun ke tahun. 


Terima kasih Genpi Jateng,
Salam Lestari.

Bedjo Homestay By Dasinem : Harga Murah dan Pelayanan Ramah

Malam itu kota Yogyakarta sedang sangat syahdu sekali. Desiran angin di sekitar jalan Kaliurang km 7 membuat iringan kata-kata masuk ke dalam pikiranku. Selalu ku rangkai kata dengan sempurna saat kaki ini menginjak kota Jogja. Sayangnya, tak pernah ada kata sempurna untuk menggambarkan keindahan Jogja, engkau selalu dituntut untuk merangkai kata kembali, lagi dan lagi, saat kakimu kembali menginjak di tanah yang penuh dengan bakpia dan gudeg ini.

Di tengah keributan kata-kata tersebut, sejenak aku berpikir untuk mencari tempat tinggal yang di Jogja. Sebenarnya malam ini aku bisa saja menginap di kosan temanku yang berada di jalan Kaliurang km 7 ini, namun esok harinya aku harus menyelesaikan tugasku untuk menulis artikel. Untuk menulis tidak segampang yang kamu kira, butuh keberanian dan persiapan yang matang supaya tangan dan pikiran dapat sinkron sehingga menghasilkan sebuah tulisan. Salah satu hal yang menunjang untuk menulis adalah tempat. Oleh karena itu, ada baiknya aku mencari homestay pada hari kedua agar aku dapat menyelesaikan artikel dengan cepat.

Setelah mencari-cari homestay yang berada di Jogja lewat aplikasi traveloka, akhirnya aku menemukan satu homestay yang cocok yang berada di sekitaran kampus UGM. Selain harganya yang murah, tempat ini juga nampaknya sangat instagramable sekali sehingga aku tertarik untuk memesan disitu. Nama homestay tersebut adalah Bedjo Homestay By Dasinem. Terletak di Pogung Dalangan RT011/050 Mlati, Pogung Kidul, Sinduardi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah cocok, aku pun langsung memesannya lewat traveloka.

tampak depan homestay

tampak depan homestay

Harganya pun sangat terjangkau sekali. Kamu hanya perlu merogoh uang sebesar 91 ribu saja maka kamu dapat menginap di Bedjo Homestay. Ohya sebelumnya homestay ini ada tiga pilihan, yang pertama kamar dormitory, yang kedua kamar single dan yang ketiga ada kamar untuk keluarga. Pada waktu itu aku memesan kamar dormitory sehingga harganya pun cukup terjangkau. Kamar dormitory di Bedjo Homestay terdiri dari 8 kasur yang letaknya atas bawah atas bawah. Kamar mandinya ada dua, shower semua dan tempat untuk buang air besar juga ada dua.
ini ada dua bangku di lantai bawah kamar dormitory

sebelah kiri kursi tersebut ada kamar mandi, aku lupa mengambil foto he he

ini tangga menuju kamar dormitory

dan ini kasur kamar dormitory yang terdiri dari 8 kasur
Kebetulan waktu itu dalam kamar dormitoryku hanya ada dua orang jadi terkesan enak karena tidak terlalu ramai. Setelah membayar registrasi hotel kamu akan mendapatkan handuk dan peralatan mandi seperti shampo, odol, sikat gigi, dan sabun, serta air mineral satu botol. Untuk kamar dormitory sendiri AC dan ada selimut. Dan yang paling penting ada wifinya! he he.

Yang menarik dari Bedjo Homestay adalah kamu dapat menikmati kolam renang sepuasnya!.

nyantai dulu dab



Untuk tempat registrasi sendiri, Bedjo Homestay menampilkan desain yang cukup menarik. Selain itu, pelayanannya pun sangat ramah.
tempat registrasi bedjo homestay

Jika sedang bepergian ke Jogja dan butuh homestay, cobalah Bedjo Homestay sebagai pilihanmu. Sebab selain harganya murah, pelayanannya pun sangat ramah. 

----------

Aku tutup laptopku saat keheningan malam menerpa. Di bawah langit Jogja di atas kasur dari Bedjo Homestay ini aku memikirkan bagaimana caranya besok aku dapat pergi dari kota ini tanpa mengantongi beribu rindu.


Adibio,
4 November 2018


Pendakian Merbabu Via Suwanting

Merbabu mempunyai daya tarik yang sangat tinggi bagi para pendaki untuk menemuinya berkali-kali. Aku yang sudah tidak lama ke Merbabu akhirnya memutuskan untuk kembali mengunjungi tempat indah tersebut. Bagiku, Merbabu adalah gunung terindah d Jawa Tengah ; Melihat sabananya yang hijau, melihat gagahnya merapi yang terselimuti awan, serta kadang menemukan monyet yang berpindah dari ranting ke ranting. Kali ini, aku ingin sekali mencoba jalur Merbabu via Suwanting. Katanya, jalur suwanting merupakan jalur yang dapat membuat para pendaki ingin sekali gantung carier. Waduh. Dan yang kubaca-baca di beberapa blog yang menceritakan tentang jalur suwanting, memang jalur ini terbilang sangat ekstrem, bahkan ada yang bilang kalau jalur ini akan mempertemukan lutut dengan dagu. Wah kebetulan dong kan bisa melepas rindu lutut sama dagu karena jarang ketemu he he. Akhirnya dengan rasa penasaran terhadap review yang muncul soal jalur suwanting, aku berangkat pada hari Jumat (14/09/2018) pkl 4 sore dari Semarang. 

Melakukan Packing

Packing adalah hal terpenting bagi kamu yang hendak bepergian atau melakukan pendakian. Biasanya orang-orang sangat malas sekali terhadap packing, padahal ia ingin bepergian. Memang, packing merupakan hal bikin  malas, namun packing adalah dasar yang harus kamu lakukan sebelum bepergian. Kalau aku  tipikal pendaki yang tidak terlalu suka bawa makanan banyak alias malas masak he he, aku lebih memilih membawa logistik seadanya yang dapat menampung perutku selama melakukan pendakian 2 hari. Seperti membawa mie instant , roti, susu kental manis, biskuit, cemilan, kopi, dan beberapa air putih. Untuk menghemat biaya, biasanya aku membawa botol kosong untuk diisi air di basecamp, dan air tersebut untuk digunakan masak. Karena aku juga tahu bahwa di suwanting menyediakan beberapa mata air di jalur pendakiannya, hal itu lebih membuatku nyaman untuk membuat kopi sepuasnya he he. Peralatan yang lainnya seperti tenda, matras, sb dll tentu sangat penting diperhatikan. Senter dan jas ujan merupakan hal yang biasanya sering dilupakan. 

Perjalanan ke Basecamp

Dari Semarang menuju basecamp aku menggunakan alat transportasi motor. Perjalanan tersebut memakan sekitar 3 jam perjalanan. Basecamp suwanting terletak di dekat Ketep Pass yang berada di kabupaten Magelang. Untuk transportasi umum, aku kurang begitu paham. Namun untuk menggunakan kendaraan roda dua, kamu bisa menuju ke arah ketep pass kemudian nanti di sekitar situ ada plang hijau yang akan menuntunmu ke arah basecamp suwanting. Suwanting sendiri merupakan nama dusun yang ada di daerah situ. Di sekitar basecamp suwanting ada tempat wisata alam seperti ketep pass, top selfie hutan pinus kragilan, dll. Aku yang jalan dari Semarang lewat daerah Kopeng, Salatiga. Sesampainya di basecamp sekitar jam 7. Aku langsung melakukan packing ulang serta registrasi terhadap pengelola basecamp suwanting. Biaya registrasinya cukup mahal, satu orang membayar Rp.17.500, dan itu belum termasuk biaya parkir.

Melakukan Pendakian

Jam menunjukkan pukul 8 malam. Aku dan temanku yang memang hanya berdua memutuskan untuk mendaki pada malam hari. Sebenarnya aku berencana naik bertiga, cuman yang satunya menyusul karena kelelahan. Namun tetap saja, akhirnya kami bertemu di perjalanan.

Jalur dari basecamp menuju pos 1 terbilang masih normal. Keluar dari basecamp kamu akan disuguhi oleh jalanan aspal yang lumayan menanjak dan disebelah kiri ada kebun-kebun milik warga. Sementara sebelah kanan terpampang langsung pemandangan merbabu dan jurang ke bawah. Waktu itu, malam hari sangat cerah, di langit gemintang berkilau sangat cerah menemani pendakianku. Tak terasa setelah melewati jalanan aspal yang cukup terjal, aku mendapati gerbang pendakian suwanting. Dari gerbang pendakian menuju pos 1 jalur masih dikerumuni oleh pohon-pohon sehingga cukup asri apabila melakukan pendakian pada siang hari. Hingga tak terasa sudah sampai di pos 1. Aku dan temanku memutuskan untuk beristirahat sejenak karena dalam peta menuju pos 2 cukup melelahkan he he. Pos 1 diberi nama Lembah Lempong.

Setelah beristirahat dengan cukup, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan pendakian. Dari pos 1 ke pos 2 harus melewati 4 lembah yang berada di dalam peta : Lembah Gosong, Lembah Cemoro, Lembah Ngrijan, dan Lembah Miloh. Jalur dari pos 1 ke pos 2 memang sungguh ekstrem. Tali yang disediakan pun cukup banyak karena terjalnya jalur yang harus dilalui. Baru dari pos 1 ke pos 2 jalur sudah se ekstrem ini, batinku. Suwanting memang benar-benar istimewa, aku cinta suwanting. Jalan yang ditempuh dari pos 1 ke pos 2 cukup lama karena aku banyak sekali melakukan istirahat. Selain itu, jalurnya juga sangat mantap. Sampai pos 2 sudah pukul 1 dini hari, aku bergegas mendirikan tenda dan memasak makanan serta meminum kopi. Setelah itu lanjut tidur untuk kembali melakukan summit. Di pos 2 ini kamu dapat mendirikan tenda namun lahannya tidak terlalu luas sehingga hanya beberapa tenda saja ada di pos  waktu itu. Namun karena hari sudah malam, aku mendirikan tenda disitu.

Pagi pun menyapa, mentari tak terlalu terlihat juga tak terlalu menghangatkan tubuh. Namun aku mendapati pemandangan yang cukup bagus di pos 2, yakni terpampangnya gunung Sindoro Sumbing serta Merapi di pos 2.


Pemandangan Sindoro Sumbing dari pos 2 pada pagi hari

Pemandangan Merapi dari pos 2

Sembari memasak dan meminum kopi, kami berbincang-bincang hangat kepada sesama pendaki lain. Ada pendaki yang bercerita tentang serunya melewati jalur suwanting, ia sebelumnya pernah lewat jalur ini. Ada juga pendaki yang dengan sukarela memberikan aku kacang rebus dan singkong untuk dibawa saat summit. Wah baik sekali, batinku. Memang, saat di gunung rasa persahabatan sangat terasa sekali, walau baru kenal sekalipun.


Setelah packing dan membawa logistik untuk summit, kami melanjutkan pendakian sekitar pukul 7 pagi. Tenda dan lainnya aku tinggalkan di pos 2, kami membawa satu tas untuk menampung logistik hingga puncak.

Mendaki di pagi hari merupakan suatu hal yang haru disyukuri. Menghirup udara yang sejuk, terkena sengatan matahari yang masih ramah, dan mendengarkan celotehan burung di sepanjang pendakian. Ohya, setelah pos 2 ada mata air yang ditempatkan di drigen warna biru dan dialiri oleh pipa. Mata air tersebut juga akan tersedia kembali sebelum pos 3. Jalur yang ada dari pos 2 ke pos 3 memang benar-benar membuatku ingin menggantung carier, tapi kan nanti kasihan carriernya, digantung tanpa kepastian. Yhaa. Jalurnya memang cukup ekstrem, tanjakan terus menerus tanpa ada bonus sedikit pun. Namun tak terasa kami sampai di pos mata air, sebentar lagi berarti berada di pos 3. Disitu kami istirahat sebentar untuk minum air dan bercengkrama.

Lanjut mendaki, akhirnya kami tiba di pos 3. Pos 3 lahannya memang sangat luas sehingga tempat tersebut sangat ideal untuk dijadikan tempat tenda. Di samping kanan pos 3 sudah terlihat jelas sekali Merapi yang begitu gagah. Di atas pos 3 sabana sudah terlihat sedikit. Setelah pos 3 memang akan dilihatkan oleh 3 sabananya yang dimiliki oleh suwanting.

gambaran jalur yang berdebu

Kabut cuy


Perpaduan sabana dan kabut sebelum sabana 1

Merapi malu-malu dari pos 3

Pemandangan dari pos 3

Dari pos 3 ke sabana 1 tidak terlalu lama, hanya memakan waktu setengah jam. Dan aku sangat takjub saat sudah sampai di sabana 1, semua tampak terlihat hijau! Merbabu berhasil membuatku terhipnotis setelah melewati jalur yang cukup terjal sedari tadi. Aku cinta Merbabu!.

Pemandangan sabana 1 dan 2

Pose dulu cuy

Pemandangan dari sabana 2

Dari sabana 2, jika cerah kamu dapat melihat tower yang berada di jalur cunthel. Tower tersebut benar-benar mengingatkanku pada pendakian pertamaku ke Merbabu lewat jalur cunthel. Sangat istimewa!.

Tower yang berada di jalur cunthel
Yang istimewa dari suwanting adalah, jalur ini memiliki 3 puncak sabana yang membuat pendaki seringkali terkena php. Namun dibalik php tersebut, sabana merbabu vai suwanting benar-benar memanjakan mata. Hingga akhirnya, tak terasa setelah menikmati hijaunya merbabu sampai juga di puncak triangulasi, puncak dimana akan kamu temui pertama kali saat melalui jalur suwanting. Ohya, Merbabu sendiri memiliki 3 puncak : Puncak Syarif, Puncak Kentheng Songo, dan Puncak Triangulasi. Puncak Syarif dapat kamu temui lewat jalur Cunthel, Wekas dan Thekelan. Sementara Kentheng Songo dan Triangulasi, 2 puncak tersebut saling berdekatan sehingga apabila kamu sempat kamu dapat mengunjungi keduanya secara langsung.

Pemandangan sebelum puncak

Puncak cuy!
Demikian cerita pendakianku kali ini. Sekali lagi, Merbabu bagiku adalah gunung terindah di Jawa Tengah. Menjaga kelestariannya merupakan kewajiban kita semua sebagai para pengunjung agar tidak membuatnya kotor. Saranku, jalur suwanting bukanlah jalur yang rekomended bagi kamu yang baru ingin mendaki merbabu pertama kali.Lebih baik mencoba Selo dulu atau yang lainnya, Suwanting belakangan he he. Salam lestari, Adieb Fadloly!.

Cerita Tambahan

Pas waktu turun dan sampai pos 1, waktu itu aku sampai jam setengah 9 malam. Di pos 1 ada beberapa warga yang sedang nyate di sekitaran pos 1. Disitu, aku dan temanku ditawari sate yang enak, kopi, dan obrolan hangat. Warga sekitar suwanting sangat baik-baik, satenya pun terbilang sangat enak. Dan kebetulan, aku dimintai nomor whatsapp. Namun sampai sekarang belum dihubungi he he.

Estimasi Waktu Perjalanan

Basecamp - Pos 1 (Sekitar 45 menit)
Pos 1 - Pos 2 (Sekitar 2 jam)
Pos 2 - Pos 3 (Sekitar 1,5 jam)
Pos 3 - Sabana 1 (Sekitar 45 menit)
Sabana 1 - Sabana 2 (Sekitar 30 menit)
Sabana 2 - Sabana 3 (Sekitar 30 menit)
Sabana 3 - Puncak Triangulasi (Sekitar 45 menit)

Saran Saat Hendak ke Suwanting

-Membawa uang yang lebih, karena biaya regisnya cukup mahal
-Memakai sepatu, karena jalurnya cukup licin saat sedang turun, apalagi terjal.
-Mempersiapkan fisik yang cukup, karena jalurnya lumayan ekstrem
Back To Top