Perjalanan Adibio: Sastra | Kelana Lara Perjalanan Adibio: Sastra

Blog ini berisi tentang travelling, sastra dan juga perjalanan rasa yang berisi tentang catatan kehidupan saya.

Facebook

Motivasi Menulis

Sebuah Kisah di Pasar Bubrah Part 2

Telingaku bergaung, suara gamelan berbalas-balasan meramaikan suasana pasar bubrah. Aku paksakan badanku untuk bergegas berdiri dan keluar dari tenda, memeriksa apa yang sedang terjadi di luar sana. Ku buka resleting tenda paviliun secara perlahan, lalu ku perhatikan keadaan sekitar. Suara gamelan tadi tidak terdengar sama sekali, yang ada hanya ruang kosong yang dipenuhi bebatuan dan hamparan pasir. Hatiku semakin kalut bersamaan dengan turunnya kabut yang menyelimuti pandanganku. Suara gamelan tadi, apakah seperti misteri yang terjadi di pasar bubrah?Entahlah. Aku memang memercayai  adanya misteri yang ada di tempat ini, namun suara tadi benar-benar membuat hatiku semakin kalut. 

Udara dingin Merapi kembali membuat bulu tubuhku bergidik setelah mendengar suara gamelan yang tadi melantunkan musik. Aku kembali masuk ke dalam tenda. Membuat mie instant tampaknya akan sangat menyenangkan ditambah perutku yang sangat lapar. Suara gamelan tadi bisa jadi karena perutku sedang kosong, sehingga imajinasiku terbawa kemana-mana. Ku ambil kompor portable serta nesting ke dalam teras tenda, lalu kumasukkan gas ke dalam kompor portable tersebut. Sambil menunggu airnya mendidih, aku berdiam diri sembari menikmati alam Merapi yang sangat sejuk. Tiba-tiba suara gamelan tadi terdengar lagi, kali ini lebih nyaring. Sontak aku pun terkaget, suara gamelan tersebut benar-benar memecah konsentrasiku saat itu. Misteri pasar bubrah memang benar adanya, bahwa acapkali pada tiap malam para pendaki akan mendengar kebisingan yang terjadi di pasar bubrah. Entah itu suara gamelan atau suara bising seperti yang terjadi di pasar, pasar bubrah menyimpan banyak cerita. 

Kali ini, suara gamelan tersebut benar-benar nyaring, aku tak berani untuk keluar dari tenda. Air di atas nesting telah mendidih, sementara suara gamelan kali ini diiringi dengan seorang sinden yang bernyanyi tembang Jawa. Mendengar sinden lewat youtube saja aku merinding, apalagi mendengarnya secara langsung saat ini. Seketika itu juga aku lupakan mie instant yang sedari tadi telah menggerogoti pikiranku, ku matikan kompor portablenya lalu aku keluar untuk melihat keadaan di sekitar pasar bubrah. Benar saja, di ujung sana, tepat di ujung kanan pasar bubrah dari pandanganku, seorang sinden sedang bernyanyi, di belakangnya ada sekumpulan orang yang bermain kendang, gamelan, serta berbagai alat musik jawa lainnya. Baru aku melangkahkan kaki sebentar, sesosok makhluk dengan perawakan yang tinggi serta rambut yang terurai panjang hingga menutupi punggung menghampiriku seraya berkata, 

"Muliha kami ring lemah, mahuripa kami ing swargaloka, tan hana ikang amrta, matemwa ta kami ri kita". 

Hingga tiba-tiba suara sinden dan gamelan tadi semakin nyaring membuncah pikiranku. Perlahan demi perlahan pasar bubrah yang sunyi berubah  menjadi ramai seketika. Suara dentuman tapal kuda berirama begitu cepat, mantra yang diucap oleh sosok makhluk berperawakan tinggi tersebut kian merasuki pikiranku.  Pandanganku kunang-kunang, puncak garuda tak terlihat lebih jelas, hamparan pasir dan bebatuan pasar bubrah hilang begitu saja. Ragaku terhuyung tak tentu arah, hingga terbang di atas hamparan awan dan menuju entah kemana.

Tiba-tiba saja mataku terbelalak kaget. Nafasku tersenggal tak beraturan. Aku melihat sekitar, ragaku masih di dalam tenda. Ku perhatikan jam tanganku, masih menunjukkan pukul 02:30. Udara dini hari di gunung biasanya melukiskan rindu dengan tinta dan kuas serta cat yang tidak sembarangan. Diabadikannya udara dingin tersebut sedemikian rupa, hingga tertanam menjadi kenangan dalam pikiran. Aku coba menenangkan diriku setelah mimpi yang terjadi padaku barusan. Ku buka resleting tenda paviliun dan keluar dari tenda. Di atas sana, gemintang masih setia menghiasi langit walau sesekali ada bintang yang jatuh dan meninggalkan semesta. Sementara di bawah sini, aku berusaha mengatur napas di atas  batu yang ada di pasar bubrah. Menikmati udara gunung dini hari saat cuaca sedang cerah adalah hal yang paling menyenangkan bagiku. Ku pandangi sekitar pasar bubrah, lalu aku tertuju pada mimpi tadi.

Misteri pasar bubrah begitu nyata adanya.

Bersambung...



Sebuah Kisah di Pasar Bubrah Part 1

Malam ini aku putuskan untuk menyeduh kopi di antara angin pasar bubrah Merapi yang kian dingin. Menikmati secangkir kopi sambil menatap gagahnya puncak garuda dari sang Merapi adalah salah satu impianku yang sedang terwujud malam ini. Dahulu, puncak garuda hanya terngiang dalam ingatanku selepas melihatnya lewat foto-foto yang bersebaran di sosial media. Kini, mataku tak perlu dibatasi oleh layar handphone untuk menatap puncak garuda tersebut. Pikiranku mulai mengumpulkan aksara yang berceceran di pasar bubrah, hatiku cukup merekah. Ku taruh secangkir kopiku di sebelahku, lalu aku ambil secarik kertas dan pena. Jam masih menunjukkan pukul 20:00, langit di atas sana terlihat cerah dari pasar bubrah. Gemintang menunjukkan parasnya yang sejuk, cakrawala malam mengaduk zat kerinduan serta kenangan secara bersamaan. Dia tahu bahwa suatu saat nanti aku akan mengenang momen ini, duduk di pasar bubrah sembari menyusun aksara. Kau tahu, bahwa aku suka tempat ini. Dinginnya, kumpulan batu-batunya, serta hamparan awan yang memanjakan mata membuatku tak segan untuk mengabadikannya lewat tulisan.

Bebatuan tak menghalangi pandangan
Pasar Bubrah memelukku erat tanpa syarat
Aku menyaksikan puncak garuda 
Secara bersamaan aku melihat seonggok senyuman
Entah milik siapa
Kabut menggiring imajiku 

Merelakan kenangan bukan pekerjaanku
Hanya saja kian menggerutu
Hatiku tertambat di antara pasir Merapi
Hamparan rumput hijau tak ada
Hamparan pasir tak kalah mempesona

Apakah kau akan mendekapku di antara kabut Merapi?
Digiringnya aku ke dalam dimensinya
Aku susah untuk berkata-kata
Terbata-bata langkahku menapaki pasir Merapi
Mengeja setiap kenangan
Melukis di antara hamparan awan.

Apakah kau masih mengingatku dengan jelas?
Sejelas aku mengingat puncak garuda saat ini

Secarik kertas tersebut aku lipat dan kumasukkan ke dalam saku kemeja. Mengingat Merapi lewat tulisan adalah caraku mengabadikan keindahannya. Merapi yang diidam-idamkan oleh semua pendaki lokal  maupun interlokal, pada malam ini aku mendekapmu dengan aksaraku. Tak akan aku biarkan kau terlelap di antara dinginnya semesta. Aku selimuti dengan aksara, hingga dekapku dapat menghangatkanmu.  

Pandanganku masih tertuju kepada puncak garuda. Rasanya aku ingin berada di atas sana, namun sisi lainku berkata tidak. Batas pendakian hanya sampai pasar bubrah serta plang peringatan dilarang naik puncak tersebar dimana-mana. Menatap puncak garuda dari sini saja aku sudah puas, batinku.  Ku lihat sekitar, banyak sekali bebatuan dan hamparan pasir di setiap pandanganku. Merapi bagiku bukan tentang kehijauan, melainkan tentang kedamaian tanpa merujuk pada warna. 

Malam kian kejam, memaksaku untuk masuk ke dalam tenda dan bersiap-siap untuk memejam. Di luar tenda, angin masih rusuh memorak-porandakan tenda para pendaki. Di bawah tenda, pasir merapi begitu terasa walau matras sudah menjadi perantara. Tanah Merapi memang begitu sulit untuk didirikan tenda. Pasak saja kadang harus menancap sedemikian rupa agar dapat tertanam di tanah Merapi. Jika tidak bisa, terpaksa harus menggunakan batu besar dan berbekal tali rafia untuk dijadikan pengganti pasak.

Ragaku sudah berbaring, di sampingku teman-temanku sudah tertidur pulas, menandakan bahwa pasar bubrah memang seperti rumah. Perlahan mataku terpejam bersama desiran angin yang lembut namun dingin. Biar kutuangkan cerita malam pasar bubrah ini ke dalam zona mimpi. Hingga tak sadar, aku sudah masuk ke alam sadarku, kemudian aku bermimpi.....

Bersambung...



Resensi Buku Hijrah Bang Tato Karya Fahd Pahdepie


Judul : Hijrah Bang Tato
Penulis : Fahd Pahdepie
Penerbit : Bentang Pustaka, Oktober 2017
Tebal : 246 hlm


Barangkali kita tersesat, mencari-cari jalan keluar dari hutan yang begitu lebat—rumput-rumput yang liar, juga lintah yang menerka. Kau tak tahu, kapan kau bisa keluar dari sana, hanya meratap pada nasib yang membawamu ke tempat itu. Lantas, tanpa dinyana, saat engkau berjalan tiba-tiba ada sosok orang penuh cahaya, membantumu keluar dari ketakberdayaan  dirimu dalam hutan yang liar tersebut—merangkul pundakmu, mengulurkan tangannya. Hingga kau sadar, bahwa tersesat di tempat tersebut malah membuat dirimu semakin lemah hari demi hari—bisikan-bisikan dari sosok cahaya tersebut. Walaupun kamu tahu, disitu merupakan tempat yang cukup liar untuk mengasah dirimu menjadi lebih kuat—lemah iman, kuat badan. Pada akhirnya, kamu keluar dari hutan tersebut dan menjadi sosok manusia seutuhnya. Menghirup udara segar dengan pertolongan Tuhan lewat sosok orang yang penuh cahaya disampingmu.

Fahd Pahdepie, sosok manusia yang begitu humanis menolong orang yang membutuhkannya. Disaat orang itu telah melihat kegelapan dunia dalam setengah hidupnya, Fahd mencoba memberikan penerangan dalam kehidupan seseorang, seseorang yang merasa bahwa kehidupan tak lagi berpihak padanya. Lalan, atau kerap dipanggil Bang Tato adalah orang yang mencicipi sekelebat atau bahkan hampir banyak kekejaman dunia, mulai dari tawuran, dunia preman, hingga masuk penjara. Kerasnya hidup melatih dirinya untuk menjadi pribadi yang digdaya. Hingga pada suatu hari ia meraih puncaknya, memiliki beberapa geng yang ia pimpin, memiliki sebuah band. Tak cukup dari itu, Lalan dengan banyaknya tato di tubuhnya, ia pun juga mendapat pekerjaan menjadi tukang tato. Penghasilan yang ia  dapat cukup untuk mengirimkan beberapa receh uang untuk keluarganya—kakek dan neneknya. Karena ia di besarkan oleh kakeknya, ayah dan ibu nya cerai. Dengan kehidupan yang ia jalani waktu itu, tentu tak harus  ada yang dirubah dalam hidupnya. Memiliki beberapa geng dan band, menjadi seorang tukang tato dan mendapatkan penghasilan yang cukup. Namun, ada satu hari yang membuat ia ingin keluar dari kehidupannya itu, hari saat semua tak lagi cerah—gelap menerka tubuhnya.

Saat dirinya pulang ke kontrakannya, ia mencoba memejamkan matanya. Namun naas, saat tertidur ia bermimpi tentang kematian. Saat raganya tertinggal sendirian di dalam kuburan, dalam tumpukan tanah yang memisahkan dirinya dengan berbagai orang yang ia sayangi. Saat kejamnya malaikat menanyakan pertanyaan, saat raga ini tak bisa lagi meminta kehidupan yang kedua. Lalan terbangun dari mimpinya dengan keringat basah—saat itu ia ingin melepas kehidupannya yang dulu. Lantas, yang ada dipikirannya saat itu hanyalah Sholat. Sayangnya, tak begitu mudah bagi Bang tato untuk mencoba hijrah dengan sholat, ketika ia  sampai di depan masjid, tak satupun orang yang membolehkannya sholat, terutama para ustadz. Hingga ustadz tersebut bilang, “percuma juga kalau kamu shalat, tidak akan di terima sama Allah”. Namun dengan seperti itu Lalan tak pernah menyerah dalam perjalananya menuju hijrah, hingga pada akhirnya ia bertemu seseorang ustadz yang memperbolehkannya sholat.

Uniknya lagi, dalam perjalanan hijrahnya, ia dipertemukan oleh sosok orang yang kita kenal sebagai penulis buku Tak Sempurna, Perjalanan Rasa, Hidup Berawal Dari Mimpi, hingga Jodoh yang telah menjadi best seller. Sebuah keunikan tanpa adanya kebetulan, karena saya terkadang percaya, bahwa kebetulan itu tidak ada, pasti ada skenario dibalik semua itu—skenario Allah. Ialah Fahd Pahdepie, sosok yang kerap dikenal dengan prestasinya, juga karyanya. CEO inspirasi.co sekaligus pemilik Father and Son Barberspace ini dipertemukan oleh sosok Lalan, Bang Tato. Alih-alih Bang Tato ingin mencari pekerjaan waktu itu, karena waktu itu ia telah memiliki istri dan juga satu anak, anak dari istrinya. Dan ia juga berjanji kepada istrinya untuk tidak kembali ke kehidupannya yang kelam. Ia dipertemukan oleh sosok Fahd, sang pencerita. Pertemuan itu tak hanya menghasilkan pekerjaan bagi Bang Tato, lebih dari itu. Fahd yang memang kerap mendengarkan cerita dari Bang Tato paham betul dengan masa lalunya. Fahd pun juga percaya, bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, tak peduli seberapa kelamnya masa lalu. Bukankah setiap orang juga memiliki masa depan yang patut ia perjuangkan?. Mereka berdua pun tenggelam dalam tumpukan cerita-cerita—yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah novel oleh Fahd.

Lalan yang makin hari makin nyaman dengan kondisi hijrahnya, karena ia pun akhirnya mendapatkan pekerjaan menjadi barista di tempatnya Fahd. Walaupun pada awalnya, ia sempat kikuk menghadapi keadaan yang tak biasa ia hadapi. Bertemu dengan orang-orang pada umumnya, tanpa kekerasan, memakai pakaian rapi, juga bertegur sapa dengan sopan. Waktu telah membawa Lalan dengan begitu nyaman dalam kehidupan barunya. Fahd yang melihat nya pun menjadi senang, karena ia sebagai manusia sudah sepatutnya membantu sesama manusia lain yang sedang mengalami kesusahan, entah dari segi rezeki maupun dari segi iman. Fahd begitu sangat humanis kala membantu Bang Tato keluar dari kehidupan masa lalunya. Tidak heran jika beliau kerap menyabet berbagai prestasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Terbukti, mahasiswa Monash University, Australia ini baru saja kemarin menghadiri Singapore Writers Festival 2017.

Novel ini berdasarkan kisah nyata. Dikemas dalam bahasa yang ringan oleh Fahd Pahdepie, sehingga nyaman untuk dibaca. Tentu saja, narasumbernya langsung dari orang yang mengalaminya, yaitu Bang Tato. Pada awalnya, Fahd hanya mencoba iseng menuliskan cerita-ceritanya bersama Bang Tato lewat platform yang ia bangun, yaitu inspirasi.co (jika kamu ingin membacanya, cobalah saja buka inspirasi.co/fahdpahdepie). Hingga pada akhirnya, salah satu penerbit ternama, yaitu Bentang Pustaka meliriknya dan mencoba untuk membukukannya. Beruntunglah bagi kalian yang sudah mendapatkan buku Hijrah Bang Tato karya Fahd Pahdepie.

Fahd juga percaya, selain adanya kesempatan kedua untuk setiap orang, juga masih banyak orang-orang seperti Lalan yang terjebak dalam kehidupan gelapnya, orang-orang yang menyana bahwa kehidupan sudah tak ada artinya bagi mereka. Sehingga yang mereka lakukan hanyalah membuang hidupnya sia-sia dengan melakukan tindakan bodoh. Hidup selalu mengarahkan kita, tak peduli seberapa tersesatnya kita. Tak peduli seberapa buruk perlakuan yang telah kita berikan kepada kehidupan. Barangkali, kita selalu berprasangka bahwa tak ada lagi jalan bagi orang-orang yang telah melakukan kejahatan, carilah jalan lain!. Tidak mungkin Allah memberikan ujian melewati batas kemampuan manusia. Karena selalu ada jalan bagi mereka yang ingin berusaha. Berusaha untuk keluar dari kehidupan gelapnya, berusaha dari segala apapun. Tak pernah ada sesuatu yang mencoba menghambat kita selagi kita mau mencoba untuk berusaha.

Dan Bang Tato membuktikan bahwa setiap orang yang memiliki masa lalu yang kelam berhak  untuk mendapatkan masa depan. Bang Tato membuktikan bahwa jalan selalu ada bagi mereka yang mau berusaha. Lewat tulisan Fahd, kita tahu tentang cerita Bang Tato dalam mengarungi kerasnya kehidupan yang sempat berpaling darinya.




Resensi Buku Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari

Judul   : Konspirasi Alam Semesta
Penulis : Fiersa Besari
Penerbit : mediakita, 2017
Tebal   : 235 hlm

Akankah alam semesta yang kita tinggali diam saja terhadap aktifitas yang kita lakukan sehari-hari? Tentu saja tidak. Alam semesta selalu ikut andil dalam setiap langkah yang kita ambil. Begitu pula dengan apa yang dirasakan oleh kedua insan ini, yaitu Juang Astrajingga dan Ana Tidae. Pertemuan mereka yang pertama, dilatari dengan toko buku dan siluet senja yang merdu, begitu menggoyahkan hati seorang Juang untuk mengetahui lebih dalam tentang Ana. Juang pun hanya diam setelah pertemuan itu, berharap ada pertemuan lagi dengannya— bintang pujannya.

Selang beberapa hari, alam semesta ternyata memang sangat baik. Pertemuan dua insan itu terjadi lagi. Juang yang bekerja sebagai jurnalis ditugaskan untuk meliput Shinta Aksara, seorang sinden yang pernah mengharumkan nama bangsa di mancanegara. Dikarenakan Shinta sudah meninggal, maka Juang ditugaskan untuk mewawancarai anaknya. Dan tak disangka-sangka, anak dari Shinta Aksara  ternyata adalah Ana Tidae. Konspirasi macam apa yang telah dilakukan oleh alam semesta sehingga mempertemukan mereka kembali? Semenjak itulah, Juang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh alam semesta—untuk Ana Tidae dari alam semesta.

Namun, alam semesta masih saja menyimpan berbagai banyak hal tentang mereka berdua. Banyak hal yang benar-benar tidak pernah disangka akan datang begitu saja. Pada Juang seorang Jurnalis yang kebetulan mencintai petualangan, dan juga pada Ana seorang mahasiswi yang berjuang menggapai mimpi-mimpinya.

Konspirasi macam apa lagi yang akan diberikan semesta kepada mereka berdua?Sila beli buku bung Fiersa Besari ini di gramedia terdekat maupun toko buku online yang kalian percaya dan temukan konspirasi-konspirasi apalagi yang akan dihadapi oleh Juang dan Ana.


Selain tulisan yang  disajikan, juga ada musik yang dapat didengarkan di setiap bab nya melalui bar code. Saranku, bacalah buku ini sambil mendengarkan album konspirasi alam semesta, maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

gambar dari bukukita

Mengulas Film Negeri Dongeng

Terbang  tinggi  garudaku.
Mengais segala kasih pada ruas-ruas cakrawala langit
Menuangkan rasa sayang di bumi pertiwi
Kepakkan sayap bertahta Bhinneka Tunggal  Ika
Deru angin mendamba guratan persatuan
Di bumi pertiwi.

Sejenak saja, yang terlintas dalam kalimat pembuka ulasanku adalah sebuah uraian kata yang telah ku susun di atas. Tak lain adalah sebuah persatuan dalam perbedaan. Yang selalu didambakan oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Bagiku, persatuan adalah barang berharga yang patut kita jaga bersama-sama. Tanpa persatuan, bangsa kita tak akan bisa merdeka, bangsa kita tak akan bisa merasakan indahnya kebersamaan. Dan tentu saja, bangsa kita tak akan bisa menikmati keindahan alam bumi pertiwi yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Keindahan alamnya yang begitu menakjubkan. Terpampang jelas indahnya hutan-hutan yang tergerai di  berbagai pulau Indonesia, gunung-gunung yang kokoh nan indah, serta hamparan lautan yang begitu sejuk saat dipandang oleh mata. Ah alangkahnya indahnya negeri ini.

Dan kini, di tahun 2017 telah hadir film yang benar-benar memperlihatkan keindahan Indonesia dengan begitu dekat. Tentang indahnya bumi pertiwi yang dibungkus dalam sebuah dokumenter pendakian 7 gunung tertinggi di Indonesia. Kisah nyata yang di usung oleh warrior aksa 7 dan di sutradarai oleh Anggi Frisca. 7 orang pemuda-pemudi Indonesia yang terdiri dari Anggi Frisca, Teguh Rahmadi, Rivan Hanggarai, Jogie Kresna, Muda Nadeak, Yohanes Christian Pattiasina, dan Wihana Erlangga, bertekad memperkenalkan Indonesia lewat layar lebar. Berkarya melalui sebuah proses yang terbilang begitu hebat, keluar dari zona nyaman demi terciptanya sebuah karya yang menakjubkan. Dengan ditemani ekspeditor tamu sekaliber Djukardi Adriana (Kang Bongkeng), Matthew Tandioputra, Joel Tandionugroho, Medina Kamil, Darius Sinathriya, Alfira Naftali (Abex), dan Nadine Chandrawinata. Bersama-sama, mereka membuat sebuah  karya yang luar biasa. Film dokumenter tentang pendakian 7 gunung tertinggi di Indonesia. Dengan konsep 7 kamera yang di bawa oleh masing-masing ekspeditor, juga sisi rekaman dari masing-masing ekspeditor.

Perjalanan mereka dimulai dari gunung Kerinci. Gunung yang terletak di Jambi ini memiliki tinggi 3805 mdpl. Setelah itu mereka lanjutkan kembali ke gunung Semeru, gunung yang menyandang sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa dengan 3676 mdpl. Lalu, gunung Rinjani menjadi tujuan selanjutnya. Gunung yang memiliki danau segara anak ini memiliki ketinggian 3726 mdpl. Setelah itu, mereka bergegas lagi kembali ke pulau Jawa, lalu menuju ke pulau Kalimantan, yakni tempat gunung Bukit Raya bersemayam. Gunung ini memang tidak terlalu menjadi favorit di Indonesia, jarang sekali dikunjungi oleh para pendaki, jujur saja aku juga baru tahu kalau ada gunung Bukit Raya. Puncak tertinggi di Kalimantan ini memiliki tinggi 2278 mdpl. Terus, mereka menuju ke pulau Sulawesi. Gunung Latimojong dengan puncak Rante Mario yang akan mereka sambangi ini memiliki ketinggian 3478 mdpl. Setelah itu, mereka bertolak ke pulau Maluku, tempat gunung Binaiya berada. Gunung Binaiya memiliki ketinggian 3027 mdpl. Dalam ekspedisi di Maluku, sebelumnya mereka bercengkrama dahulu dengan para penduduk sekitar, seakan-akan memaparkan bahwa kehidupan di daerah Timur Indonesia sana pun butuh diperhatikan oleh kita sebagai penerus bangsa Indonesia. Lalu, mereka menuju tujuan terakhir, yaitu Gunung Cartenz Pyramid, gunung yang memiliki salju abadi. Bergegas mereka menuju ke Papua. Sebelum pendakian disini pun, mereka bercengkrama dengan masyarakat Papua. Seolah-olah dari film ini mata kita dibukakan akan  kehidupan masyarakat Timur Indonesia. Pendidikan yang belum memadai, sandang pangan seadanya. Namun dibalik semua itu, kebersamaan dan canda tawa dari masyarakat dapat melupakan kondisi yang terjadi disana. Sungguh, Indonesia selalu saja membuat diriku bangga telah lahir di  tanah air tercinta ini. Bila ditanya apakah Indonesia telah membuatku bangga, tentu  saja aku jawab "sudah".

Film Negeri Dongeng berhasil membuat mata penontonnya terbuka akan Indonesia. Selain keindahan yang dipaparkan dalam film ini juga memaparkan bagaimana persatuan dan kebersamaan itu dapat membuahkan hasil dari semangat yang kau ambil. Menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Timur Indonesia yang sepatutnya mendapat perhatian lebih dari para manusia berdasi dan berjas. Alangkah indahnya negeri ini jikalau pemuda-pemudinya peduli akan keadaan di sekitarnya. Rasanya akan kurang, jika keindahan alam Indonesia yang telah ada ini tidak diimbangi oleh kesejahteraan kehidupan masyarakatnya. Anggi Frisca nampaknya cukup berhasil membuat para penonton terkesima dengan karyanya. Film Dokumenter yang juga masuk nominasi film dokumenter terpanjang terbaik dalam FFI 2017! Luar biasa. Teruntuk para ekspeditor yang telah berjuang demi terciptanya karya ini, aku ucapkan terima kasih, berkat perjuanganmu aku akan terus melanjutkan perjalananku selama masih hidup. 

Jikalau angin serta merta menghempaskan Indonesia ke segala arah, maka aku rela diterjang oleh angin, asal bersama Indonesia.

Rasanya, ulasanku cukup sampai disini saja. Jikalau ada yang kurang sekiranya kalian berkenan untuk menambahkan. Terakhir, aku sebagai bangsa Indonesia tentu sangat bangga dengan adanya film Negeri Dongeng ini. Bagi kalian yang belum menonton, tontonlah!. Film tersebut masih mengudara di berbagai layar bioskop di seluruh Indonesia. Cek IG @aksa7art dan temukan layar bioskop mana saja yang masih menayangkan filmnya. Siapa tahu ada kotamu disitu.

Jaya negeriku!Salam Lestari!

#JokowiHarusNontonNegeriDongeng

Hidup adalah sebuah perjalanan, lakukanlah perjalanan maka kau akan menemukan kehidupan -Anggi Frisca-








Star Wars 1 Synopsis

Hello, good night people. I'm from Indonesian. And this chance, i want to make synopsis a film star wars episode 1. Maybe you have to prepare some food while read my synopsis. In this article, i will make synopsis a film star wars from episode 1 in summary. Yeah, maybe you want to add some opinion for my synopsis, don't worry, i will not hit you because you don't like thoughts with me. We just have a viewpoint with different. Calm down. Okay, i will started my synopsis from.....
this..

A long time ago in a galaxy far, far away..

Glorious chancellor delegated two jedi knights to the controller ship quietly. Jedi is people who take care of justice and peace in galaxy. In the Star wars episode 1, the greedy traded federation has stopped all shipping to the small planet called naboo. Thats why Glorious chancellor delegated two Jedi Knight to settled conflict. After that, two Jedi Knights was succesfull landed in the controller ship, against droid, and escape from the controller ship. In the way to escape, two jedi knights, Qui Gon Jinn and Obi Wan Kenobi meet a gungan people, his name is jar jar binks. Jar Jar binks told to Qui Gon and Obi Wan about the secret city under water. Qui Gon and Obi Wan interested while hiding in that city. Then, Jar Jar Binks offer them. Finally they arrived in the gungan empire. In that city, two Jedi Knights asked to Gungan King a transportation for escape from this  city, then Gungan King gave to them. And Jar Jar Binks participated with two Jedi Knights, because he expelled by the King. In the other side, Naboo planet has controlled by the droid. Then Qui Gon, Obi Wan, and Jar Jar Binks go to Naboo Planet to rescue Amidala Queen Hostaged by the droid. After the succesfull rescue the Amidala Queen, they will brought Queen Amidala to the Coruscant. But, in the middle way, their airplane has broken. Spare parts of airplane not  good. Then they decided to landed in Tattoine. In this planet, they found a children with the strenght force. His name is Anakin Skywalker, Ani. And this boy has  saved their life. Anakin was got a spare parts of airplane with podracer, he beat sebulba, winner in every race. Then, Anakin Skywalker participated with their towards to Coruscant. Before their take off from Tattoine, Qui Gon jinn has attacked by Darth Maul, Lord Sidious's Students. But, Qui Gon was succesfull to escape from him. And Anakin Skywalker has predicted by Qui Gon Jinn will become a great Jedi, His Faith to balancing a galaxy. Because in his body, flowing force power is very strong. They has arrived in Coruscant. After Amidala Queen negotiations with the senat, Chancellor palpatine. She want to go to Naboo again, she was afraid about her folk. Then, they go back to Naboo again. But, naboo was controlled by the droid from the controller ship. Then they asked  to Jar Jar Binks in order to help Naboo against droid. Their plan is gungan people diverted attention droid from Naboo Castle. Then Qui Gon, Obi  Wan, Queen Amidala and others go to Naboo castle to save their folk from the greedy traded federation. They has arrived in Naboo Castle, they split up. Amidala Queen and her supervisors in to Gunray chairman, Obi Wan Kenobi and Qui Gon Jinn against Darth Maul, and the pilots fly to destroyed the controller ship. Anakin was clever, he ride airplanes too, Help the other pilots. And proven, Anakin was succesfull destroyed the controller ship by his shoot. This is the funny moment at a time happy. But, in the other side, Qui Gon has dead by Darth Maul, and Obi Wan Kenobi was beated Darth Maul. Then Qui Gon asked to Obi Wan Kenobi to teach Anakin become a Jedi Knight. At last, th greedy traded federation was disabled by them.

This is my synopsis, and i say sorry if the review can make you understand about Star Wars 1. You can watch the film by yourself. This time i want to say goodbye and thank you for reading my review. Hope my synopsis can make you enjoy about star wars 1.

Semarang, 01 Juli 2017
Adibio





Back To Top