1 Hari Perjalanan, 4 Destinasi Wisata Kabupaten Semarang

Percaya atau tidak, di setiap perjalanan kita akan mendapatkan sudut pandang baru dalam kehidupan. Setiap merasa puas, kita tidak akan puas dengan apa yang kita dapatkan. Setiap merasa cukup, kita akan selalu mencari-cari hal yang baru. Lewat perjalanan, rasa puas dan cukup tidak akan terpenuhi dalam waktu sekejap.

Aku tipikal orang yang sebenarnya sangat susah sekali untuk memulai aktifitas di pagi hari. Rasanya sangat malas beranjak dari kasur padahal di luar sana banyak sekali orang-orang yang sudah beraktifitas. Untuk itu, aku mencoba mengatasinya dengan menghubungi salah satu rekan perjalananku nanti, yaitu mas Abdul, lewat WhatsApp. 

"Mas, berangkat jam berapa dari Genuk?", tanyaku lewat chat WhatsApp.
"Paling nanti jam 6:45 an, soalnya perjalanan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang sekitar 45 menit-an", jawab mas Abdul dengan detail.

Mengetahui hal tersebut, tentu aku sangat terpacu untuk memulai perjalananku kali ini. Yap, aku akan pergi ke Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang terlebih dahulu sebelum nantinya memulai perjalananku pada hari ini, tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2019. Aku dan rekan-rekan Genpi (Generasi Pesona Indonesia), Blogger, serta duta wisata akan mengikuti salah satu program dari Disporapar Kabupaten Semarang. Program tersebut diberi nama "One Day Trip Kabupatan Semarang  Bersama Generasi Millenials"

Baru Pertama Kali ke Disporapar Kabupaten Semarang

Dari rumahku menuju ke Disporapar Kabupaten Semarang memang cukup jauh. Dari Genuk menuju Ungaran memakan waktu yang cukup lama. Untung saja, di sepanjang perjalanan aku tidak terkena macet yang terlalu parah. Melewati Sigar Bencah dan Tembalang jalanan masih terasa normal. Hanya saja saat sampai di Ungaran jalanan sudah dipadati oleh truk-truk serta bis. Pada akhirnya, aku sampai juga di Disporapar Kabupaten Semarang.

Aku memang baru pertama kali menginjakkan kaki di Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Padahal aku sebelumnya kerapkali melewati jalanan ini namun aku tidak mengetahui gedung Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Ternyata gedungnya dekat sekali dengan Universitas Ngudi Waluyo dan dekat dengan gapura selamat jalan kota Ungaran. Sesampainya di sana aku serta rekan-rekan lainnya melakukan briefing terlebih dahulu dengan Bu Ika. 

Dari briefing tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa kami akan mengunjungi 4 destinasi wisata dalam 1 hari. 4 destinasi wisata tersebut meliputi: Taman Celosia Bandungan, Candi Gedong Songo, Sunrise Hills Bandungan dan Gumuk Reco Desa Wisatas Sepakung. Nah, untuk menuju ke empat destinasi tersebut kami menaiki elf. Saat itu kami menggunakan 2 elf karena peserta cukup banyak.

Perjalanan pun dimulai.

Taman Celosia Bandungan

Tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah: Taman Celosia Bandungan. Memang dari 4 destinasi di atas 3 di antaranya masih satu daerah. Sedangkan Gumuk Reco berbeda sendiri sehingga itu akan menjadi destinasi terakhir kami. 

Jujur ini pertama kalinya aku ke Taman Celosia sehingga aku cukup antusias dalam perjalanan kali ini hehehe. Sesampainya di Taman Celosia kami langsung bergegas untuk menuju loket masuk. Karena ini perjalanan disponsori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang maka tiket masuk gratis semua hehehe. Untuk HTM nya sendiri, Taman Celosia mematok harga Rp25.000 untuk dewasa, sedangkan  untuk anak-anak Rp20.000. Selesai urusan administrasi, kami pun masuk ke dalam Taman Celosia.

Baru pertama kali masuk, aku langsung disuguhkan dengan pemandangan taman yang menyejukkan mata. Di tengah-tengah ada rerumputan yang hijau serta di sudut-sudutnya ada spot foto yang berlatarkan bangunan-bangunan ciamik nan unik.




Kesana dikit, aku disajikan dengan little Korea dengan bangunan-bangunannya yang memang cocok untuk dijadikan spot foto. Bagi kamu pencinta Korea tentu sangat kagum dengan Taman Celosia ini. Terlebih selain bangunan-bangunannnya yang unik, alam di sini juga sangat mendukung untuk kita melakukan kegiatan memotret sepuas-puasnya.





Di daerah bawah, taman-taman dengan bunga yang berwarna-warni membat mata ini tidak berhenti untuk menatapnya. Tamannya pun sangat luas sekaliiii! Kamu tidak akan bosan untuk berlama-lama di sini, kecuali sedang panas-panasnya hehe. Taman ini sangat cocok bagi kamu yang hendak berfoto manis bersama bunga-bunga. Bahkan, saat aku berkunjung kesini ada rombongan ibu-ibu yang sangat bersemangat foto-foto di daerah taman ini!




Bunganya yang segar memang menularkan energi positif yang bagus terhadap moodku dalam perjalanan ini. Puas dengan spot foto taman bunga, kami pun istirahat sebentar untuk menikmati pemandangan sekitar. Setelah itu, karena keterbatasan waktu, kami lalu berfoto bersama untuk mengabadikan perjalanan ini. Kami berinisiatif untuk berfoto dengan background tulisan Korea.


Setelah semuanya selesai, kami pun menuju ke pintu keluar. Ternyata saat menuju pintu keluar kami disuguhkan dengan pemandangan danau yang sangat indah. Tempat ini dinamakan Dermaga Putih. Di sini aku disajikan dengan spot foto yang sangat memukau dengan tatanan tempat kursi yang mempesona serta danau yang dihiasi oleh berbagai macam hiasan unik, seperti patung angsa dan bunga-bunga yang cantik.


Candi Gedong Songo Bandungan

Karena aku sudah berkali-kali kesini, jadi aku tidak mengambil foto apapun saat berada di Candi Gedong Songo. Saat di tempat ini pun kami hanya diperbolehkan untuk sampai Candi 1 saja karena keterbatasan waktu yang kami miliki. Namun dari sini aku tahu tentang cerita-cerita dibalik Candi Gedong Songo. Konon katanya, Candi Gedong Songo ini memiliki mitos. Apabila kamu mengunjungi Candi Gedong Songo dengan membawa minuman keras, maka kamu sang penjaga Candi Gedong Songo, akan terbangun dari tidurnya dan menghantui orang yang membawa minuman tersebut. Wah, ternyata sangat berbahaya yah! Untuk itu, bagi para pengunjung sebaiknya jangan membawa minuman keras jikalau tidak ingin diganggu oleh penghungi Candi Gedong Songo. 

Selain mitos tersebut beberapa informasi yang aku dapatkan adalah bahwa Candi Gedong Songo dibangun pada abad VIII Masehi. Candi ini dibangun pada zaman Mataram Kuno oleh Raja Putera Sanjaya. Selebihnya aku lupa penjelasan dari salah satu duta wisata yang kebetulan ikut dalam trip kali ini. 

Di Candi 1 aku hanya duduk-duduk saja karena cukup capek. Setelah selesai, kami pun keluar dari Candi Gedong Songo dan menuju ke destinasi selanjutnya: Sunrise Hills Bandungan.

Sunrise Hills Bandungan

Turun sedikit dari Candi Gedong Songo, kami langsung berbelok menuju ke destinasi selanjutnya, yaitu Sunrise Hills Bandungan. Aku juga baru pertama kali ke tempat ini jadi rasa antusiasnya tentu hampir sama saat pertama kali sampai di Taman Celosia.

Aku baca di google sih katanya Sunrise Hills Bandungan terkenal dengan wisata kampung horronya! waduh, tentu ini sangat tidak menyenangkan bagiku karena aku sangat takut dengan hal-hal yang berbau horror. Namun mau gimana lagi, masak tidak masuk ke dalam tempat wisatanya, apalagi gratis kan hehehe.



Itu di atap pintu  masuk samping kiri yang aku foto ada penampakan kuntilanak yang sedang naik becak! heuheu, sayangnya aku lupa memotretnya (lupa atau takut hayo).

Untuk masuk ke Sunrise Hills Bandungan kamu hanya perlu merogoh uang Rp30.000 untuk menikmati fasilitas-fasilitas yang tertera di foto. Selain itu, ada juga wahana seperti komedi putar, keddy boad dan sky merry. Untuk wahana tersebut kamu harus mengeluarkan uang lagi sebesar Rp15.000.

Masuk ke dalam mata ini langsung menyaksikan gazebo yang berjejer dengan desain unik dan menarik. Ada yang berbentuk rumah gubuk Papua, gubuk istirahat dan juga ada mushola. Di  sekelilingnya ada pemandangan miniatur patung liberty, patung-patung hewan, alien, serta taman bermain untuk anak-anak. Apabila tetap lurus maka kamu akan menemui kampung horror yang siap untuk mendebarkan jantungmu!.






Untuk menuju ke rumah terbalik, kolam renang serta rumah makan kamu tinggal belok ke kanan setelah melalui pintu masuk. Setelah masuk ke rumah makan, kamu tinggal ke bawah untuk menemukan kolam renang serta rumah terbalik. Rumah terbalik tentu yang paling unik menurutku. Karena di sini aku dapat mengekspresikan sedemikian rupa untuk dapat menghasilkan foto yang bagus dari rumah terbalik! Berikut beberapa penampakan rumah terbaliknya.





Dikarenakan di sini sedang mendung maka langit tak kuasa menurunkan air dari atas sana. Kami pun  segera menuju ke elf. Secara keseluruhan, Sunrise Hills Bandungan memang cocok untuk dijadikan tempat liburan bagi keluarga. Tak hanya dengan keluarga, dengan teman maupun pacar pun tempat ini sangat cocok! sikattt yuk!.

Desa Wisata Sepakung (Gumuk Reco)

Sayangnya saat perjalanan menuju ke Desa Wisata Sepakung aku tidur di dalam mobil karena cukup kelelahan. Pada awalnya aku bingung akses untuk menuju ke sini karena tiba-tiba pas bangun jalanan sudah nanjak sekali. Ternyata pas baliknya aku baru menyadari bahwa akses untuk kesini melalui Banyubiru, Ambarawa. 

Aku cukup kaget karena jalanan sudah nanjak pas baru bangun. Aku kira sudah setengah perjalanan, eh gak taunya masih sangat jauh sekali. Jalanan pun kian menanjak namun masih ada rumah warga di atas sini. Pemandangannya pun sangat hijau dan menyeramkan, karena di bawah langsung ada jurang!. Baru aku ketahui, ternyata di daerah sini sudah masuk lembah gunung Telomoyo. Oh, ternyata naik ke Telomoyo bisa lewat sini selain dari Kopeng. Dulu saat dari Kopeng aku pernah lewat situ dan jalanannya benar-benar rusak parah dan menanjak. Kini, aku dapat melihat Telomoyo dari sisi lain.

Perjalanan pun cukup panjang hingga tak terasa kami sudah sampai di Gumuk Reco, Desa Wisata Sepakung. 




Sampai di sini ternyata banyak sekali wahana-wahana yang memacu adrenaline! Ada ayunan yang mengayun dengan kencang serta di bawahnya ada jurang, lalu ada flying fox, ada jembatan gantung, serta ada climbing. Tidak hanya climbing, kamu juga dapat menikmati foto gaya bebas dengan menggunakan hammock dan lain-lainnya.

Sayangnya, pas kami sampai di sini cuaca sedang tidak mendukung karena mendung dan gerimis-gerimis manja. Kami pun tidak kesampaian untuk mencoba jembatan gantung tersebut, padahal menurutku itu paling seru. 




HTM untuk Desa Wisata Sepakung hanya sebesar Rp5.000 dan parkir Rp2.000. Untuk menikmati ayunan langit kamu hanya membayar Rp10.000.

Setelah puas menikmati alam Desa Wisata Sepakung, kami pun bergegas untuk kembali ke Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Rasanya sangat seru sekali melakukan One Day Trip Kabupaten Semarang Bersama Generasi Milenials. Semoga di lain kesempatan kita dapat melakukan perjalanan kali ini lagi, ke Desa Wisata Kemetul hehehe.

Cukup sekian cerita perjalananku kali ini, tetaplah mengabadikan cerita perjalanan lewat media manapun. Salam Lestari!.

Post a comment

0 Comments