Pendakian Merbabu via Wekas

Kali ini dalam blog, gue akan membahas cerita pendakian gunung merbabu lewat salah satu jalur yang berada di Kopeng, Salatiga yaitu jalur wekas. Gunung Merbabu merupakan gunung yang sangat disenangi oleh pendaki-pendaki gunung di seluruh Indonesia yang terletak di kabupaten Magelang (barat), Boyolali (timur), Salatiga (selatan), dan Semarang (utara). Gunung Merbabu memiliki 3 puncak, puncak Syarif, puncak Kentheng Songo dan puncak Triangulasi. Gunung Merbabu juga memiliki 5 jalur pendakian, cunthel, thekelan, wekas, selo dan yang terbaru adalah suwanting. Kalo menurut gue pribadi jalur wekas ini terbilang jalur terfavorit dari jalur pendakian merbabu yang lain..Soalnya gue udah ngelewatin jalur wekas kira-kira hampir 4 kali selama gue naik gunung merbabu he he. Ohiya sebelumnya gue pengen maparin ke 5 jalur pendakian gunung merbabu:

Yang pertama, itu namanya jalur pendakian cunthel. yah yang ini terletak sebelum jalur pendakian wekas, sama juga berada di daerah Kopeng. Jalur ini menyediakan sumber air yang terletak di pos 1 (kalo gak salah, gue lupa soalnya). Terus kalo lu lewat sini lu bakal nemuin tower yang terbilang hits di merbabu. Towernya terletak sebelum tembusannya jalur wekas kalo dari sini. (jadi kalo lewat wekas kagak bakal dapet tower).

Yang kedua, itu namanya jalur pendakian thekelan, jalur ini terletak  di Kopeng, Salatiga. Cuman gue kurang tau persis setelah atau sebelum cunthel. Dan gue belom pernah nyoba sama sekali jalur ini.

Yang ketiga, jalur wekas. Nah jalur yang akan gue ceritain nanti di blog gue.

Yang keempat, jalur selo. Nah jalur ini terletak di Selo, Boyolali, berdekatan dengan jalur pendakian gunung merapi. Kalo lu lewat sini, lu bakal di suguhin pemandangan gunung merapi di pos 3 yang begitu gagah (itu juga kalo cerah sih). Dan nantinya lu bakal terpana ngelihat sabana yang ijo abis!. Pokoknya kalo lewat sini pemandangannya lebih juara sih dari 4 jalur lainnya. Cuman sayangnya jalur ini ga ada sumber air sama sekali. Jadi lu kudu bawa air yang memadai buat pendakian lu.

Eh sebenarnya ada 5 sih, yang satu ini namanya Suwanting. Terletak berdekatan dengan kota Magelang. Baru-baru ini di buka dan gue juga udah liat di IG udah banyak yang lewat sini. Gue jadi pengen lewat sini, kapan-kapan he he.

Nah, sekarang gue mau cerita tentang pendakian gue ke merbabu lewat jalur terfavorit gue, yaitu wekas. dari ke sekian 4 pendakian gue cuman 2 kali ke puncak, dua kali nya enggak he he. Kira-kira pendakian gue yang ke 4.

Tepatnya gue lupa tanggal berapa, gue memulai pendakian ke 4 gunung merbabu jalur wekas bersama 3 temen gue. Kami naik motor dari Semarang menuju ke Kopeng. Sekitar siang jam 2 an kami memulai berangkat naik motor menuju ke basecamp wekas yang terletak di Kopeng. Lalu sekitar jam 5 sore kami sudah sampai pada gapura samping jalan yang bertuliskan basecamp wekas. Kami pun memasuki gapura tersebut dengan motor kami. Dan kami singgah sebentar ke rumah warga sekitar, yaitu rumah Pak Pri.

Hmmm kenapa kami bisa mengenal pak Pri?

Jadi dulu, waktu pendakian ku ke merbabu yang ketiga kalinya, gue mengalami kecalakaan, kecelakaan tersebut gue namakan rem blong. Gue sama salah satu temen gue yang bernama Robbi mengalami rem blong dari atas basecamp sampai di rumah pak Pri tersebut. Nah motor kami menabrak sawah di samping rumah pak Pri. Akhirnya kami di tolong, namun pada saat itu gue lupa ingatan jadi ga tau apa-apa he he. Kata temen gue yang bernama Robbi sih gue di gotong ke dalam rumah pak Pri, terus badan gue di bersihin sampe bersih. Waktu itu gue bener-bener ga sadar, sampai pas akhirnya gue di sadarin sama temen-temen gue, waktu itu gue ber 4 juga, gue ngeliat motor gue bener-bener ancur dan itu sedih sih. Dan dari pertemuan itulah kami mengenal pak Pri. Yeee

Okeh lanjut, kami pun singgah di rumah pak Pri. Tak disangka sangka, pak Pri menyiapkan kami makanan yang terbilang banyak sebelum kami memulai pendakian. Kami pun merasa tidak enakan. Namun kami lebih tidak enak jika makanan yang sudah siap saji dibiarkan begitu saja. Akhirnya kami bereempat menikmati makanan yang telah disiapkan oleh pak Pri. Sambil ngobrol sana sini dan bernostalgia tentang kejadian waktu itu. Lalu tiba-tiba pak Pri bercerita, "Ya, jadi setelah kamu kecelakaan itu, sebulan setelahnya ada yang kecelakaan juga, remnya blong. malah yang itu sempat di bawa ke rumah sakit karena lumayan parah". Waduh waktu denger itu gue sangat bersyukur sekali ga sampe segitunya. Dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 18:00, kami ijin sebentar untuk sholat maghrib lalu melanjutkan pendakian merbabu.

Orang desa memang sangat ramah-ramah, ujarku dalam hati


Dan ini sedikit ngambil pose poto di depan rumah pak Pri


Kami melanjutkan perjalanan kami dari rumah pak Pri menuju basecamp, sesampainya di basecamp kami membayar uang masuk sebesar 10.000 kalo gak salah dan uang parkir 5.000. Setelah selesai registrasi kami menuju masjid yang terletak di dekat basecamp, kami mengisi aqua kosong kami dengan air untuk persiapan menuju puncak. Sekitar jam 19:30 kami pun bersiap untuk mendaki malam itu. Jalur dari basecamp sampai pos 1 pun dimulai jalan ber paving yang lumayan nanjak. Benar-benar jalur yang bikin gue rada lumayan gimana gitu, lalu lu bakal nemuin 1 kuburan sebagai batas jalan ber paving dengan jalan gunung sebagaimana mestinya (batu-batu dan tanah). Kira-kira dari basecamp menuju pos 1 memakan waktu sekitar 1 setengah jam. Sampai pos 1 pun kami beristirahat sebentar sambil bercengkrama menikmati suasana alam di malam hari.

Setelah lumayan lama berisitrahat di pos 1, kami melanjutkan pendakian karena semakin malam udara semakin dingin dan juga lebih dingin jika berhenti terlalu lama. Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 jalurnya sangat begitu istimewa, kurang lebih memakan waktu sekitar 2 jam atau mungkin bisa 2 jam setengah. Kami pun masih tetap berada dalam jalur alhamdulillah. Dan akhirnya sampai juga pada pos 2 yang dimana pos ini sangatlah luas sekali, jadi tidak salah jika para pendaki lebih memilih untuk mendirikan tenda di pos 2. Kami pun mendirikan tenda di pos 2 sambil memasak makanan, karena lapar sekali he he. Oh iya btw di pos 2 ini ada mata air yang lumayan banyak mengalirnya, jadi mau memasak sepuasnya juga gapapa, tapi inget jangan terlalu serakah, kasihan pendaki yang lain juga. Ohiya yang paling penting sih abis masak buang sampahnya jangan sembarangan, gitu sih.
Setelah terlalu lelah menghabiskan perjalanan dari basecamp ke pos 2 kami pun tertidur lelap dalam balutan suasana malam pos 2 gunung merbabu yang terbilang cukup ramah malam itu.

Mentari yang begitu hangat muncul dari permukaan, jam menunjukkan pukul 06:00, kami pun terbangun dari tidur nyenyak kami di dalam tenda. Sedikit mengambil foto-foto di pos 2. ohiya btw waktu pendakian gue waktu itu merbabu abis kena kebakaran, jadi pemandangan di pos 2 yang dulunya hijau berubah menjadi hitam.

Pemandangan yang dulunya hijau di pos 2, setelah kebakaran jadi seperti ini



Ini juga masih di pos 2




Merbabu sekarang sudah hijau, itu foto diambil sekitar tahun 2015 an. Dan setelah kami mengambil sedikit foto di pos 2 kami memasak untuk sarapan. Sebelum menuju ke pendakian sebaiknya mengisi perut dulu supaya enak. Setelah sarapan, kami bersiap siap untuk melanjutkan pendakian. Tenda kami tinggal di pos 2 dan kami hanya membawa barang seperlunya untuk menuju pendakian selanjutnya. Nah dari perjalanan pos 2 menuju pos  3 atau biasa yang disebut Helipad ini ada sebuah tanjakan yang bernama tanjakan setan. Sungguh unik namanya yah. Dan ternyata namanya memang benar sesuai dengan jalurnya. Ohiya sepanjang perjalana dari pos 2 ke pos 3 juga banyak sekali bekas kebakaran yang kami lihat.

berasa di hutan mati, papandayan



Dan sekitar 2 jam setengah kami melalui jalur-jalur yang berada di antara pos 2 dan pos 3, akhirnya kami sampai pada pos 3 yang biasa disebut Helipad. Dari pos 3 ini sudah lumayan terbuka, kita bisa melihat gunung sindoro sumbing secara jelas. Dan dari pos 3 ini gue biasa menyebutnya pertigaan. Karena ada belokan ke kiri dan ke kanan, jika ke kiri kita akan menuju ke tower yang udah gue sebutin jika kita melewati cunthel, dan jika ke kanan kita akan menuju jalur ke puncak. Namun kami memutuskan untuk tidak menuju puncak karena salah satu dari teman kami ada yang sedikit kelelahan akibat kebanyakan makan di rumah pak Pri, mungkin. Kami akhirnya menuju ke watu tulis  yang terletak di bawah pertigaan ini, jadi kami harus turun ke bawah. Di sini juga terbilang  sejuk dan nyaman sekali dirasakan, apalagi di tambah hijaunya rumput-rumput yang melambai lambai dan angin yang sepoi-sepoi, semakin membulatkan keputusan kami untuk hanya berhenti disini saja sambil masak dan melupakan puncak.

ini pertigaan, kalo ke bawah itu watu tulis. ke kiri tower, ke kanan puncak
berbincang-bincang bersama rumput



Yah. pada akhirnya kami hanya berdiam di tempat itu saja sampai benar-benar menikmati. Lalu kami memutuskan untuk kembali ke pos 2 tenda kami, untuk packing dan meninggalkan merbabu, untuk sementara.

Sekian dari gue, ini cerita gue tentang perjalanan pendakian merbabu via wekas, kalo lu?

NB:Buat yang pengen ke merbabu lewat wekas hati-hati sama motornya, usahakan diperiksa dulu remnya supaya ga blong kayak gue, ohya apalagi yang bawa motor matic, harus lebih berhati-hati. Dan terakhir, jangan buang sampah sembarangan di gunung, kasihan nanti pendaki lain yang bener-bener pengen naik malah sekalian mungutin sampah, lebih enak lagi kan kalo kita jaga bareng-bareng gunung sampai tahun-tahun ke depan.




















































Post a comment

0 Comments